Usai Kenaikan Awal Maret, Harga BBM Kini Cenderung Stabil

JAKARTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sejak awal Maret 2026 mulai membentuk peta persaingan baru antarpenyedia energi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), meski harga pada Selasa (17/03/2026) terpantau stabil pascapenyesuaian terakhir.

Berdasarkan pemantauan harga per 17 Maret 2026, seluruh operator seperti PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia masih mempertahankan tarif yang telah disesuaikan pada awal bulan. Penyesuaian tersebut dilakukan secara rutin setiap tanggal 1 untuk BBM non-subsidi.

Di sisi lain, kondisi global turut memengaruhi stabilitas harga domestik. Harga minyak dunia dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan setelah sejumlah kapal tanker berhasil melintasi Selat Hormuz, sehingga meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Pada kelompok BBM non-subsidi, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah produknya. Pertamax dengan angka oktan Research Octane Number (RON) 92 kini dibanderol Rp12.300 per liter, naik dari Rp11.800 per liter pada Februari 2026. Pertamax Green (RON 95) juga meningkat menjadi Rp12.900 per liter dari sebelumnya Rp12.450 per liter. Sementara Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp13.100 per liter.

Untuk jenis solar non-subsidi, Dexlite mengalami kenaikan menjadi Rp14.200 per liter, sedangkan Pertamina Dex menjadi Rp14.500 per liter. Adapun BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar atau diesel CN48 bertahan di Rp6.800 per liter.

Kenaikan serupa juga dilakukan oleh operator lain. Shell Indonesia menetapkan harga Shell Super (RON 92) sebesar Rp12.390 per liter dan Shell V-Power Diesel Rp14.620 per liter. Namun, produk Shell V-Power (RON 95) dan Shell V-Power Nitro+ tidak tersedia pada periode ini.

BP-AKR turut menyesuaikan harga dengan BP Ultimate (RON 95) menjadi Rp12.920 per liter, BP 92 sebesar Rp12.390 per liter, serta BP Ultimate Diesel Rp14.620 per liter. Sementara itu, Vivo Energy Indonesia menetapkan Revvo 92 di harga Rp12.390 per liter dan Revvo 95 Rp12.930 per liter, sedangkan Diesel Primus Plus mencapai Rp14.610 per liter.

Fenomena kenaikan harga yang relatif seragam ini mencerminkan kuatnya pengaruh faktor global terhadap pasar domestik, sekaligus mempersempit selisih harga antarproduk BBM di berbagai SPBU.

Informasi tersebut dihimpun dari berbagai sumber pasar energi, sebagaimana dilansir Bisnis, Selasa, (17/03/2026).

Dengan kondisi harga yang kini cenderung stabil, pelaku pasar dan konsumen diperkirakan akan lebih mencermati efisiensi konsumsi serta memilih produk BBM yang sesuai kebutuhan, sembari menunggu arah kebijakan dan dinamika harga minyak dunia selanjutnya. []

Penulis : M Ryan Hidayatullah | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *