Ra Fahmi Akui Tak Cawe-Cawe Penyusunan Struktur DPC PKB Kabupaten Probolinggo

Ketua Tanfidziah DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Ra Fahmi ketika menyampaikan arahannya pada Muscab DPC PKB, pada Sabtu (28/3/2026) di Ponpes Al-Masduqiyah, Patokan, Kraksaan. (Foto : Rachmat Effendi)

PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo menggelar agenda lima tahunan Musyawarah Cabang (Muscab) di Pondok Pesantren (PP) Al-Masduqiyah, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, pada Sabtu (28/3/2026).

Sebanyak 24 Pimpinan Anak Cabang (PAC) berkumpul guna memilih dan menetapkan Ketua Tanfidziah dan Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Probolinggo. Informasi yang beredar sudah dapat dipastikan RA Fahmi akan terpilih kembali menahkodai partai berlambang bola dunia ini.

RA Fahmi mengakui dalam format kepengurusan yang baru tidak pernah terlibat menentukan atau menitipkan seseorang dalam struktur PAC maupun DPC, semuanya diserahkan dan diatur melalui mekanisme kepartaian.

“Saya tidak pernah cawe-cawe menentukan atau memilih kepengurusan dalam struktur partai semuanya diserahkan kepada Timsel, apalagi ada aturan sekarang ketua PAC harus berusia dibawah 35 tahun, ini bertujuan agar kaderisasi tetap berjalan dengan baik,”ujar Ra Fahmi didepan peserta Muscab DPC PKB, Sabtu (28/3/2026) di Audirorium Ponpes Al-Masduqiyah Kraksaan.

Ra Fahmi juga menegaskan, DPC PKB Kabupaten Probolinggo tidak akan solid tanpa dukungan seluruh PAC, Pengurus Rantig, Badan Otonom (Banom) partai, seperti Perempuan Bangsa, Garda Bangsa dan seluruh sayap partai untuk bersama-sama membesarkan partai demi mencapai kemenangan pada Pemilu 2029 yang akan datang.

“Saya mengapresiasi seluruh kader dan pengurus yang secara istikomah menjaga bahkan memperoleh suara yang signifikan pada Pemilu 2024 yang lalu,”imbuh Ra Fahmi yang juga Wakil Bupati Probolinggo ini.

Lebih jauh Ra Fahmi mengatakan, agenda Muscab ini bukan sekedar kegiatan rutin, namun harus menjadi ajang evaluasi dalam rangka meningkatkan elektoral serta kerja nyata di masyarakat.

“PKB harus selalu hadir ditengah-tengah masyarakat, karena hakekatnya PKB lahir dan besar dari rakyat, dan alhamdulillah hingga saat ini PKB senantiasa hadir membantu ditengah-tengah kesulitan yang dihadapi warga,”pungkas Ra Fahmi yang juga merupakan salah satu pengasuh Ponpes Nirul Jadid Paiton ini.(rac) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *