KB Bank Perkuat Kredit Perumahan di Tengah Ketidakpastian

JAKARTA – PT Bank KB Indonesia Tbk menargetkan penyaluran kredit tumbuh agresif pada 2026 di kisaran 12 persen hingga 15 persen, dengan fokus utama pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (Kredit Pemilikan Rumah (KPR)) serta penguatan kualitas aset melalui strategi selektif berbasis risiko.

Direktur Utama (Dirut) KB Bank, Kunardy Darma Lie, menyatakan ekspansi tersebut tetap dilakukan secara hati-hati guna menjaga stabilitas portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, KB Bank menerapkan strategi penyaluran yang selektif dan berbasis risiko,” ujar Kunardy seperti dikutip dari Keuangan sebagaimana dilansir Keuangan, Jumat (27/03/2026).

Sebagai motor pertumbuhan, segmen KPR diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap total kredit perseroan. KB Bank menargetkan porsi KPR berada pada kisaran 6 persen hingga 8 persen dari total pertumbuhan kredit tahun ini.

“Secara keseluruhan, KB Bank menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 12%–15% pada tahun 2026. Untuk segmen KPR, kami menargetkan kontribusi sekitar 6%–8%,” kata Kunardy menjelaskan rincian targetnya.

Untuk memperluas penetrasi pasar, KB Bank memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra eksternal, mulai dari agen properti, pengembang perumahan, hingga perusahaan teknologi finansial (financial technology (fintech)). Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran kredit sekaligus menjangkau lebih banyak nasabah potensial.

Selain itu, diversifikasi produk juga dilakukan melalui pengembangan layanan take over KPR yang kini menjadi salah satu andalan. Produk ini dinilai menarik minat nasabah karena menawarkan suku bunga lebih kompetitif.

“KPR-take over saat ini berkontribusi sekitar 45% terhadap portofolio KPR,” tutur Kunardy mengenai performa lini produk tersebut di dalam portofolio perusahaan.

Di sisi lain, KB Bank juga menargetkan perbaikan kualitas kredit dengan menekan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) pada segmen KPR. Perseroan memproyeksikan rasio NPL gross berada di kisaran 6 persen hingga 7 persen hingga akhir Desember 2026.

Upaya tersebut akan ditempuh melalui pengetatan seleksi debitur baru serta penguatan manajemen risiko. Dengan strategi ini, KB Bank optimistis mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset, sehingga ekspansi kredit tetap berkelanjutan hingga akhir tahun. []

Penulis: Sinta Maharani Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *