IHSG Diprediksi Sideways, Sentimen Global Masih Menekan
JAKARTA – Tekanan global yang dipicu lonjakan harga energi dan ketidakpastian geopolitik diperkirakan menahan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam pola terbatas (sideways) pada perdagangan awal pekan, dengan rentang pergerakan di kisaran 6.920 hingga 7.320.
Riset harian Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, pelemahan IHSG sebesar 0,94 persen pada Jumat (27/03/2026) terjadi seiring tekanan di mayoritas bursa Asia. Sebanyak delapan dari sebelas sektor tercatat melemah, mencerminkan sentimen pasar yang masih negatif.
Meski demikian, beberapa sektor menunjukkan ketahanan. Sektor energi menguat 0,35 persen didorong kenaikan saham migas seperti MEDC, AKRA, dan ELSA. Sektor kesehatan naik 0,12 persen dipimpin lonjakan saham SOHO, sementara sektor konsumer non-siklikal (non-cyclical) menguat tipis 0,01 persen dengan dukungan saham CPIN.
Di pasar global, indeks saham Amerika Serikat juga ditutup melemah, yakni Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 1,73 persen, S&P 500 melemah 1,67 persen, dan Nasdaq terkoreksi 2,15 persen. Pelemahan ini dipicu kenaikan harga minyak mentah yang dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian konflik Amerika Serikat dengan Iran.
Selain faktor geopolitik, sentimen domestik di Amerika Serikat juga turut menekan pasar, termasuk gelombang protes no king’s day terkait kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam konflik tersebut. Kondisi ini berpotensi meningkatkan inflasi akibat mahalnya energi, sekaligus memunculkan keraguan terhadap peluang pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve (The Fed)) yang sebelumnya diperkirakan terjadi sekali pada 2026.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diproyeksikan masih bergerak dalam rentang 6920-7320 dan bergerak sideways. Indikator MACD meyempit di area negative slope, serta menguji area MA 5 di level 7140,” sebut Investment Specialist KISI, Ahmad Faris Mu’tashim, dalam riset Senin (30/03/2026), sebagaimana dilansir Pasardana, Senin (30/03/2026).
Dalam kondisi pasar yang cenderung terbatas, KISI merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi dicermati pelaku pasar, antara lain PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dengan sinyal bullish divergence pada rentang harga 540–585 dan target 620 hingga 650, serta PT Elnusa Tbk (ELSA) dengan potensi rebound on support pada kisaran 695–730 dan target 800 hingga 840.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG masih dipengaruhi sentimen eksternal dan dinamika harga komoditas, sehingga investor disarankan tetap selektif dan mengedepankan manajemen risiko di tengah pasar yang bergerak terbatas. []
Penulis: Ria | Penyunting: Redaksi01
