Balé by BTN Jadi Mesin Dana Murah, Pengguna Tembus 3,6 Juta
JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempercepat ekspansi ekosistem digital melalui superapp balé by BTN sebagai strategi memperkuat penghimpunan dana murah dan meningkatkan keterikatan nasabah di tengah persaingan layanan keuangan digital.[]
Direktur Utama (Dirut) BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan balé by BTN tidak hanya difungsikan sebagai kanal transaksi, tetapi juga sebagai sarana membangun hubungan berkelanjutan dengan nasabah. “balé by BTN kami kembangkan untuk memperkuat hubungan BTN dengan nasabah melalui transaksi sehari-hari, tidak hanya pada saat pembiayaan. Ini menjadi bagian dari transformasi BTN agar lebih relevan dengan kebutuhan finansial masyarakat,” ujarnya, sebagaimana dilansir Info Bank, Senin, (30/03/2026).[]
Sepanjang 2025, kinerja balé by BTN menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah pengguna meningkat dari sekitar 1,8 juta pada 2024 menjadi lebih dari 3,6 juta pengguna pada 2025 atau tumbuh 102 persen secara tahunan (year on year/YoY). Dari sisi aktivitas, transaksi melonjak dari 1,2 miliar menjadi lebih dari 2,2 miliar transaksi atau tumbuh 79 persen YoY, sementara nilai transaksi naik dari Rp80 triliun menjadi lebih dari Rp101 triliun atau meningkat 25 persen YoY.[]
Penguatan platform digital ini juga berdampak pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya dana murah. DPK ritel melalui balé meningkat dari sekitar Rp17 triliun pada 2024 menjadi Rp21,63 triliun pada 2025. Bahkan, nasabah pengguna balé tercatat memiliki rata-rata saldo hingga 6,4 kali lebih tinggi dibandingkan non-pengguna, menjadikan aplikasi ini sebagai salah satu engine utama pertumbuhan dana murah atau current account savings account (CASA) BTN.[]
Senior Executive Vice President Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, menyebut pertumbuhan tersebut didorong integrasi berbagai layanan dalam satu platform. “balé by BTN kami kembangkan sebagai superapp yang menghubungkan berbagai kebutuhan nasabah, mulai dari transaksi perbankan, pembiayaan perumahan, hingga kebutuhan gaya hidup,” ujarnya. Saat ini, balé telah terintegrasi dengan layanan seperti balé Properti, balé Merchant, balé Bisnis, balé Agen, hingga balé Community.[]
BTN juga memperluas layanan melalui fitur balé Wisata yang mengintegrasikan kebutuhan perjalanan, mulai dari tiket transportasi hingga akomodasi hotel. Fitur ini menghadirkan berbagai promo seperti potongan harga tiket dan program bundling destinasi wisata, sekaligus mendukung sektor pariwisata domestik yang berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).[]
Langkah tersebut sejalan dengan dorongan pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk meningkatkan wisata domestik melalui kampanye #DiIndonesiaAja dan #WonderfulIndonesia. BTN memanfaatkan momentum ini untuk memperluas peran dalam ekosistem ekonomi nasional. “Melalui balé Wisata, kami tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi, tetapi juga ingin menjadi bagian dari pergerakan ekonomi domestik dengan mendorong masyarakat untuk berwisata di Indonesia,” kata Thomas.[]
Memasuki 2026, BTN menargetkan jumlah pengguna balé by BTN melampaui 6 juta pengguna, didukung pengembangan lebih dari 68 fitur baru serta penguatan kolaborasi dengan sektor lifestyle dan penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional, termasuk Indonesia Coffee Expo 2026 melalui inisiatif balé Ngopi.[]
Dengan strategi tersebut, balé by BTN diharapkan tidak hanya menjadi platform transaksi, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan bisnis, penguatan dana murah, serta integrasi layanan keuangan dan gaya hidup dalam satu ekosistem digital.[]
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
