Kebakaran Hebat di Paser Tewaskan Dua Orang, Kerugian Rp589 Juta
Kebakaran dini hari di Tanah Grogot menghanguskan rumah dan toko, menewaskan dua orang serta menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah.
PASER – Kebakaran hebat melanda rumah non permanen dan toko di Jalan RA Kartini RT 009 RW 06, Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Selasa (31/03/2026) dini hari, menewaskan dua orang dan menyebabkan kerugian material sekitar Rp589 juta.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.44 WITA dan pertama kali diketahui oleh personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Paser yang sedang siaga. Petugas langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 03.00 WITA untuk melakukan penanganan awal.
“Petugas langsung melakukan size up dan pemblokiran area untuk mencegah api meluas serta meminimalisir kerugian,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Keselamatan dan Evakuasi Damkar Paser Syachruni.
Saat proses pemadaman berlangsung, petugas menerima informasi adanya dua korban di dalam bangunan. Korban diketahui bernama Agus Padidi (77) dan Karin Aroq Manopo (7). Keduanya berhasil dievakuasi, namun dalam kondisi meninggal dunia.
Evakuasi korban dilakukan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya.
Proses pemadaman dan pendinginan (overhaul) berlangsung hingga pukul 05.30 WITA. Kebakaran menghanguskan bangunan dengan luas sekitar 450 meter persegi, termasuk satu unit rumah dan toko counter handphone.
Selain bangunan, sejumlah barang juga ikut terbakar, di antaranya dokumen penting, uang tunai, serta satu unit sepeda motor.
Upaya pemadaman melibatkan 25 personel Damkar Paser dari regu piket dan stand by, serta didukung berbagai instansi terkait, seperti Kepolisian Resor (Polres) Paser, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Paser, Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) XII Kalimantan Timur (Kaltim), Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanah Grogot, serta relawan pemadam kebakaran (Redkar).
Pemadaman dilakukan dengan metode preventif dan antisipatif menggunakan sumber air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Dalam prosesnya, petugas sempat menghadapi kendala berupa kerumunan warga di lokasi kejadian yang menghambat penanganan. Namun, situasi berhasil dikendalikan hingga api dapat dipadamkan sepenuhnya.
Berdasarkan dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Komandan Pleton Damkar Paser Fachrul memastikan kondisi di lokasi saat ini telah aman dan petugas masih melakukan pemantauan untuk mencegah potensi kebakaran susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. []
Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum
