Kuliner Perbatasan Ramai, Bakso Cak Toyib Jadi Favorit

Warung bakso di Sengayam tetap ramai pengunjung meski harga daging sapi fluktuatif, dengan pelanggan datang dari Kalsel hingga Kaltim.

PASER – Minat masyarakat terhadap kuliner bakso tetap tinggi meski harga daging sapi berfluktuasi pasca-Lebaran. Hal ini terlihat dari ramainya pengunjung di warung bakso di kawasan Sengayam, perbatasan Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (31/03/2026).

Warung Mie Ayam dan Bakso Cak Toyib Lumajang menjadi salah satu destinasi favorit dengan menu andalan bakso urat. Sajian ini dikenal memiliki tekstur kasar namun lembut saat digigit, berpadu dengan kuah kaldu bening kaya rempah serta pelengkap mi kuning, bihun, sayuran, dan tahu bakso.

Salah satu pengunjung, Tia, mengaku sengaja datang dari wilayah Kaltim untuk menikmati cita rasa khas tersebut. “Tekstur baksonya terasa dagingnya, uratnya juga melimpah. Cocok ditambah sambal bagi yang suka pedas,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Pemilik warung yang akrab disapa Bude menjelaskan, usahanya beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 WITA hingga dagangan habis. Bahan baku utama berupa daging sapi didatangkan dari Tanah Grogot, Paser.

Keunikan warung ini terletak pada lokasinya yang berada di wilayah Kalsel, namun mayoritas pelanggan justru berasal dari Kaltim yang berada di kawasan perbatasan. Hal tersebut menciptakan aktivitas kuliner lintas provinsi yang cukup dinamis.

Selain bakso urat, warung ini juga menyediakan berbagai pilihan menu, seperti bakso halus, bakso beranak, dan mi ayam. Namun, varian bakso iga terkadang tidak tersedia karena tingginya harga bahan baku.

Meski demikian, minat pelanggan tetap tinggi. Konsistensi rasa, harga yang relatif terjangkau, serta pelayanan ramah menjadi faktor utama yang membuat warung ini terus diminati masyarakat.

Dengan lokasi strategis dan fasilitas parkir yang memadai, warung bakso tersebut kini menjadi salah satu tujuan kuliner favorit warga di kawasan perbatasan Kalsel dan Kaltim. []

Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *