Pentol Bakar Banjarejo Laris, Raup Rp800 Ribu per Hari

Screenshot

Usaha pentol bakar milik Erlinda di Tering, Kutai Barat, mencatat penjualan hingga 350 tusuk per hari dengan harga terjangkau.

KUTAI BARAT – Usaha kuliner pentol bakar milik Erlinda di Simpang Tiga Banjarejo, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), mencatat penjualan hingga ratusan tusuk per hari meski baru berjalan hampir satu tahun. Usaha ini kini mulai menarik perhatian masyarakat karena harga terjangkau dan variasi menu yang ditawarkan.

Erlinda mengatakan, usaha tersebut dirintis setelah melihat peluang pasar yang belum dimanfaatkan oleh pedagang lain di wilayah tersebut.

“Awalnya melihat peluang pentol bakar belum ada di sini, jadi terbesit niat untuk mencoba. Ternyata menghasilkan, dan Alhamdulillah sekarang sudah berjalan hampir satu tahun,” ujarnya, Jumat (03/04/2026).

Dalam menjalankan usahanya, Erlinda menyediakan beragam menu, seperti pentol bakar, usus bakar, kulit bakar, tahu bakso, pentol rebus, ceker, serta minuman berupa es teh dan es sirup.

Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, yakni sekitar Rp2.000 per tusuk, sehingga diminati berbagai kalangan masyarakat. Dengan konsep sederhana dan lokasi strategis, usahanya mampu menarik pembeli setiap hari.

Erlinda mengungkapkan, dalam sehari dirinya mampu menjual sekitar 350 tusuk, bahkan bisa lebih pada waktu tertentu.

“Dalam sehari sekitar 350 tusuk, kadang bisa lebih. Pendapatan kurang lebih sekitar Rp800 ribuan,” tambahnya.

Ia memulai aktivitas berjualan sejak pukul 14.00 hingga sekitar pukul 18.00 atau selepas waktu magrib. Konsistensi menjaga rasa dan pelayanan menjadi kunci dalam mempertahankan pelanggan.

Dengan perkembangan usaha yang terus meningkat, Erlinda berharap dagangannya semakin ramai dan dapat terus berkembang ke depan.

“Jangan pernah malu atau takut untuk memulai usaha, karena kita tidak tahu ke depannya. Yang penting dicoba,” pesannya.

Kehadiran usaha kecil seperti ini dinilai turut mendukung pergerakan ekonomi lokal, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kubar. []

Penulis: Nia Ariska | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *