Bangkalan Gulirkan Pinjaman Bunga 0 Persen untuk 1.000 UMKM
BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur (Jatim), menyiapkan anggaran Rp1,2 miliar untuk menjalankan program subsidi bunga nol persen bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses permodalan usaha sekaligus mendorong pembukaan lapangan kerja baru di daerah.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan program pembiayaan tanpa bunga itu diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperoleh akses pinjaman yang lebih ringan dan mudah dijangkau.
“Harapannya dengan adanya subsidi bunga nol persen ini bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian melalui UMKM,” kata Lukman, Senin (19/05/2026).
Program subsidi bunga tersebut dijalankan melalui kerja sama Pemkab Bangkalan dengan Bank UMKM Jawa Timur. Pemerintah daerah menargetkan sekitar 1.000 pelaku UMKM dapat memanfaatkan fasilitas pinjaman itu.
Selain memperkuat sektor usaha kecil, Pemkab Bangkalan menilai program tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat dan menciptakan peluang kerja baru.
Direktur Bank UMKM Jawa Timur, Irwan Eka Wijaya, menjelaskan pinjaman bunga nol persen disalurkan dengan masa tenor selama satu tahun. Pada tahap awal, sebanyak 10 pelaku UMKM menerima bantuan secara simbolis, sedangkan sekitar 50 pelaku usaha lainnya masih dalam tahap pengajuan.
Irwan menyebut kebijakan subsidi bunga nol persen tersebut menjadi inovasi baru di Bangkalan dan diklaim sebagai program pertama di Jatim yang menerapkan skema serupa.
Besaran pinjaman yang diterima pelaku usaha akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing usaha agar pembayaran tetap berjalan lancar.
Kabupaten Bangkalan (Bangkalan) juga tercatat sebagai daerah kedua di Pulau Madura yang menerapkan subsidi bunga pinjaman untuk UMKM. Sebelumnya, program serupa telah dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sejak 2022 melalui program Wirausaha Baru (WUB) dengan skema bunga satu persen.
Program di Pamekasan tersebut didukung dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp15 miliar dan masih berjalan hingga 2026.
Langkah Pemkab Bangkalan menghadirkan pembiayaan tanpa bunga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pelaku usaha kecil di tengah tantangan ekonomi sekaligus mempercepat pertumbuhan UMKM sebagai penopang ekonomi daerah, sebagaimana diberitakan Antara, Senin (19/05/2026). []
Penulis: Abd Aziz | Penyunting: Redaksi01
