Konsolidasi 15 BUMN Logistik Dikebut, Target Rampung Sebulan
JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Pengelola (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan percepatan konsolidasi 15 perusahaan BUMN sektor logistik menjadi satu entitas nasional dalam waktu satu bulan, sebagai langkah strategis meningkatkan efisiensi dan daya saing industri logistik nasional.
Kebijakan ini menjadi bagian dari agenda restrukturisasi BUMN yang tengah didorong pemerintah untuk menyederhanakan struktur bisnis sekaligus memperkuat peran perusahaan pelat merah dalam mendukung perekonomian. Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan proses penggabungan saat ini telah berjalan dan ditargetkan segera rampung.
“Kita akan mengonsolidasikan 15 (BUMN logistik), sudah mulai prosesnya. InsyaAllah juga dalam satu bulan ini akan selesai dan akan kita announce 15 perusahaan menjadi satu perusahaan logistik nasional,” ujarnya, sebagaimana dilansir Liputan7, Rabu (08/04/2026).
Dalam skema tersebut, PT Pos Indonesia diproyeksikan menjadi perusahaan induk atau jangkar yang akan mengoordinasikan berbagai entitas logistik BUMN, termasuk anak usaha di sektor distribusi dan rantai pasok seperti PT Semen Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Logistik, serta PT Kereta Api Indonesia (KAI) Logistik.
Dony menegaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan menciptakan proses bisnis yang lebih efektif dan efisien, sekaligus mempercepat transformasi BUMN agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“InsyaAllah mudah-mudahan semakin cepat proses transformasi BUMN dan semakin terasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia,” imbuh dia.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya rasionalisasi jumlah BUMN melalui restrukturisasi. Menurutnya, penyederhanaan struktur korporasi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat daya saing di tingkat global.
Presiden mencontohkan keberhasilan model konsolidasi melalui pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang dinilai mampu mencatat return on asset (ROA) tinggi dalam waktu singkat.
“Jadi, premis kita ternyata benar. Konsolidasi satu manajemen dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia, return on asset saya terima di atas 300 persen,” ujar Prabowo dalam sambutannya pada peringatan satu tahun Danantara.
Dengan konsolidasi ini, pemerintah berharap ekosistem logistik nasional menjadi lebih terintegrasi, kompetitif, dan mampu menekan biaya distribusi, sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha. []
Penulis: Agung Setiyo | Penyunting: Redaksi01
