Tekan Angka Stunting, Muspika Maron Konsisten Gulirkan Program “Jiwitan Si Manis” Setiap Jumat Manis

PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM- Pemerintah Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting melalui inovasi program “Jiwitan Si Manis”. Pada Jumat (24/4/2026), jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Maron, kembali menyalurkan donasi gizi secara langsung kepada keluarga penerima manfaat.

Kegiatan yang kini menjadi agenda rutin bulanan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan hari Jumat Manis dalam kalender Jawa.

Momentum ini dipilih sebagai bentuk integrasi kearifan lokal dengan program kesehatan masyarakat.

Camat Maron, Nurhafivah, S.Pi, M.AP, memimpin langsung jalannya penyaluran bantuan didampingi oleh Kapolsek dan Danramil Maron. Kolaborasi lintas sektor ini melibatkan Puskesmas, Penyuluh KB, Pendamping PKH, serta aparatur desa di wilayah sasaran.

“Program Jiwitan Si Manis bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah langkah konkret jangka panjang untuk memastikan anak-anak asuh stunting mendapatkan intervensi gizi yang berkesinambungan,” ujar Nurhafivah di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa pemilihan waktu pada Jumat Manis bertujuan untuk membangkitkan semangat sedekah dan kepedulian sosial masyarakat, mengingat hari tersebut dianggap sakral dan penuh keberkahan bagi warga setempat.

Dalam aksi sosial kali ini, rombongan Muspika melakukan kunjungan dari pintu ke pintu (door-to-door) di Desa Brabe dan Desa Brani Wetan. Metode ini dinilai lebih efektif untuk memantau perkembangan fisik anak secara langsung serta memberikan edukasi pola asuh kepada orang tua.” Ucapnya

Adapun paket bantuan yang diberikan merupakan hasil donasi kolektif lintas instansi di wilayah Kecamatan Maron. Bantuan tersebut meliputi:

• Protein Hewani: Telur dan bahan pangan tinggi protein.

• Suplemen Pertumbuhan: Susu formula khusus dan vitamin.

• Bahan Pangan Bergizi: Komoditas pangan pendukung pertumbuhan anak.

Keterlibatan penuh TNI dan Polri dalam program ini menunjukkan bahwa penanganan stunting telah menjadi agenda strategis nasional yang memerlukan sinergitas sistem pertahanan sosial.

Dengan adanya pengawasan langsung dari Kapolsek dan Danramil, diharapkan akurasi data dan distribusi bantuan dapat terjaga dengan baik.

Pemerintah Kecamatan Maron berharap konsistensi program “Jiwitan Si Manis” dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mengemas program kesehatan melalui pendekatan budaya, guna mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan bebas stunting.

Penanganan stunting adalah investasi masa depan bangsa. Mari bersama-sama kita jadikan setiap Jumat Manis sebagai momentum untuk mencetak generasi Maron Raya yang sehat, kuat, dan cerdas,” pungkasnya.(rac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *