UMKM NTB Didorong Melek Digital dan Jaga Kualitas Produk

MATARAM – Penguatan kualitas, konsistensi produk, dan pemanfaatan teknologi digital menjadi sorotan utama dalam upaya mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) agar mampu bersaing di pasar nasional hingga global.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Sinta Agathia menegaskan bahwa pelaku UMKM harus segera beradaptasi dengan tantangan persaingan, terutama melalui peningkatan mutu produk dan strategi pemasaran digital. “Di tengah persaingan global, kualitas dan konsistensi menjadi kunci bagi UMKM NTB untuk bisa naik kelas,” kata Sinta Agathia saat menghadiri talk show di Hotel Golden Palace, Kota Mataram, sebagaimana dilansir Lombokpost, Rabu, (29/04/2026).

Kegiatan bertajuk Merajut Mimpi untuk para Pelaku UMKM Pemula Berdasarkan Tren dan Kebutuhan Naik Kelas ini diselenggarakan Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koordinator Cabang (Koorcab) Resor Militer (Rem) 162/Wira Bhakti Pengurus Daerah (PD) IX/Udayana dengan menghadirkan Sinta Agathia sebagai pembicara utama.

Dalam pemaparannya, ia menyoroti rendahnya keaktifan sebagian UMKM dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. “Banyak produk lokal yang sebenarnya berkualitas dan memiliki merek, namun “tenggelam” karena tidak diperbarui di media sosial,” kata Sinta Agathia. “Ada barangnya, ada mereknya, tapi tidak update. Foto hanya dua atau tiga, lalu hilang,” tambahnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan generasi muda menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pemasaran digital agar produk lebih mudah ditemukan konsumen. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya inovasi berkelanjutan untuk menjaga daya saing produk lokal. “Produk ketak kita sangat bagus, tapi kalau kita tidak kreatif memberikan ornamen atau inovasi baru, daerah lain bisa mengambil produk kita, menambah sedikit hiasan, dan mengklaimnya sebagai produk mereka. Ini adalah ancaman nyata,” tegasnya.

Sinta Agathia juga menyoroti pentingnya legalitas usaha sebagai perlindungan produk. Ia meminta pelaku UMKM tidak ragu mengurus perizinan melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). “Jangan dengar kata orang. Langsung datang ke Kanwil Hukum dan HAM. Prosedur itu ada bukan untuk menyulitkan, tapi untuk menjaga produk Bapak dan Ibu agar tetap terlindungi,” katanya.

Selain itu, ia mengapresiasi peran perempuan yang mendominasi sektor UMKM di NTB dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. “Ketika seorang perempuan berhasil secara ekonomi, manfaatnya akan langsung dirasakan dalam hal kesejahteraan keluarga,” katanya.

Sinta Agathia juga mengajak pelaku UMKM, khususnya di Pulau Sumbawa, untuk lebih aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dan Dekranasda di tingkat kabupaten/kota agar mendapatkan pendampingan yang tepat. “Ibu-ibu harus memancarkan sinyal, supaya radar kami (pemerintah) bisa menangkap dan memberikan pendampingan yang tepat agar UMKM kita benar-benar naik kelas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 162/Wira Bhakti PD IX/Udayana Endang Sjasul Arief menegaskan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi anggota. Ia menilai pemahaman terhadap tren pasar menjadi kunci keberhasilan usaha. “Para anggota Persit tidak hanya sekadar berjualan secara konvensional, tetapi mampu mengikuti tren terkini agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk dan perluasan pasar. “Kita ingin UMKM yang dikelola oleh anggota Persit tidak jalan di tempat. Harus ada progres untuk naik kelas, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga perluasan jangkauan pasar,” tambahnya.

Endang Sjasul Arief turut mendorong pelaku usaha memperhatikan aspek legalitas dan standar produk untuk menembus pasar formal maupun ekspor. “Saya meminta para peserta untuk terus melakukan inovasi tanpa melupakan konsistensi mutu,” katanya.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara Dekranasda NTB dan Persit KCK diharapkan mampu memperkuat kapasitas UMKM, khususnya yang dikelola perempuan, sehingga lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berkembang. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *