The Fed dan Bank of Canada Pilih Bertahan di Tengah Ketidakpastian Global
JAKARTA – Bank sentral utama dunia memilih menahan suku bunga acuannya di tengah ketidakpastian global, menandakan pendekatan hati-hati otoritas moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mengendalikan inflasi pada April 2026.
Keputusan ini diambil oleh The Federal Reserve (The Fed) yang kembali mempertahankan suku bunga dana federal di kisaran 3,5%–3,75% untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Langkah serupa juga dilakukan oleh Bank of Canada yang menahan suku bunga acuan semalam di level 2,25%. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan ekspektasi pasar serta mencerminkan sikap waspada terhadap dinamika ekonomi global.
Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan inflasi, khususnya di Kanada, akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik di Timur Tengah. Meski demikian, otoritas moneter Kanada menilai dampak kenaikan harga energi belum meluas ke sektor ekonomi lainnya.
Seiring dengan itu, ekspektasi inflasi di Kanada masih dinilai terkendali. Hal ini menjadi salah satu alasan utama bank sentral untuk tidak terburu-buru mengubah arah kebijakan suku bunga, sembari terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik.
Selain menjaga stabilitas harga, Bank of Canada juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi tetap bertahan. Proyeksi menunjukkan produk domestik bruto (PDB) Kanada akan tumbuh 1,2% pada 2026 dan meningkat menjadi 1,7% pada 2027. Angka tersebut mencerminkan kemampuan ekonomi dalam menyerap guncangan eksternal, termasuk dari sektor energi.
Keputusan serupa dari dua bank sentral ini memperkuat sinyal bahwa kebijakan moneter global saat ini cenderung mengutamakan stabilitas dibandingkan ekspansi agresif. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga komoditas, pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi, sebagaimana dilansir Kontan, Kamis (30/04/2026). []
Penulis: Rizki Caturini | Penyunting: Redaksi01
