Pertamina Siap Bangun SPBU Nelayan di Daerah Terpencil

JAKARTA – Pemerintah memperkuat pemerataan energi di wilayah pesisir dengan memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), termasuk di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), guna memastikan akses bahan bakar minyak (BBM) subsidi lebih merata dan terjangkau bagi nelayan.

Komitmen tersebut dijalankan PT Pertamina (Persero) melalui subholding PT Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari program BBM Satu Harga. Dukungan ini difokuskan pada pengembangan SPBUN berbasis koperasi untuk mendekatkan distribusi energi ke masyarakat pesisir.

Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menegaskan kesiapan perusahaan dalam memperluas jaringan layanan energi tersebut.

“Kami siap mendukung pengembangan SPBU nelayan di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari program BBM Satu Harga guna memastikan masyarakat di wilayah 3T dapat mengakses energi dengan harga yang terjangkau,” ujarnya, sebagaimana dilansir Antara, Kamis, (30/04/2026).

Menurut Eko, keberadaan SPBUN tidak hanya berfungsi sebagai titik distribusi BBM, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi sektor kelautan dan perikanan yang bergantung pada ketersediaan energi.

Ia menyebutkan, SPBUN di Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh menjadi unit ke-6 di wilayah tersebut. Secara nasional, jumlah SPBUN telah mencapai 416 unit, dengan 19 di antaranya berada di Provinsi Aceh.

“Di Aceh Selatan, sudah ada 6 SPBU nelayan, 19 di Provinsi Aceh, dan ada 416 SPBU nelayan di seluruh Indonesia,” katanya.

Pengembangan SPBUN dilakukan melalui kolaborasi dengan koperasi nelayan, termasuk Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), guna memastikan distribusi energi berjalan tepat sasaran hingga ke wilayah pesisir yang sulit dijangkau.

Selain memperluas akses, pendekatan berbasis koperasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional nelayan saat melaut sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

“SPBUN ini programnya Bapak Presiden, yaitu beliau ingin memastikan semua pelosok negeri mendapatkan energi dalam bentuk BBM subsidi yang diperuntukkan bagi konsumen, bagi masyarakat Indonesia, baik itu nelayan maupun masyarakat di wilayah 3T,” kata Eko Ricky menjelaskan.

Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, SPBUN di Kecamatan Bakongan Timur resmi dioperasikan melalui kerja sama antara Kementerian Koperasi (Kemenkop), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Pertamina Patra Niaga pada Selasa (28/04/2026).

Peresmian fasilitas ini dipimpin Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dan turut dihadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KP) Didit Herdiawan serta Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fathul Nugroho.

Menkop Ferry Juliantono menyatakan pembangunan SPBUN merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi nelayan melalui akses energi yang lebih adil dan merata di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan bertambahnya jaringan SPBUN, pemerintah berharap distribusi BBM subsidi dapat semakin tepat sasaran sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir, khususnya di wilayah 3T yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur energi. []

Penulis: Kelik Dewanto | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *