Bank Syariah Nasional Melejit, Pertumbuhan Aset Tembus 2.000 Persen

JAKARTA – PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat lonjakan kinerja keuangan sepanjang 2025 setelah menjalankan aksi korporasi pemisahan unit usaha syariah atau spin off dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pertumbuhan aset, pembiayaan, hingga laba bersih meningkat tajam dan memperkuat posisi BSN dalam pengembangan layanan perbankan syariah berbasis digital di Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba bersih BSN pada akhir 2025 mencapai Rp83,64 miliar atau tumbuh lebih dari 313,85 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp20,21 miliar.

Direktur Utama (Dirut) BSN Alex Sofjan Noor mengatakan peningkatan tersebut terjadi setelah proses spin off Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan pengalihan aset maupun liabilitas dari Bank Victoria Syariah.

“Kami bertekad menjadi bagian dari bank syariah modern dan digital-minded. Seluruh layanan akan disambungkan secara digital untuk mempermudah akses masyarakat kapan saja dan di mana saja,” kata Alex sebagaimana dilansir Ketik, Jumat, (08/05/2026).

Selain laba bersih, pertumbuhan signifikan juga terlihat pada total aset perseroan. Hingga 31 Desember 2025, aset BSN tercatat mencapai Rp73,07 triliun atau melonjak 2.104,5 persen dibandingkan posisi tahun 2024 sebesar Rp3,31 triliun.

Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), BSN membukukan nilai Rp58,73 triliun atau tumbuh 4.206,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,36 triliun. Sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp54,87 triliun atau naik 4.083,8 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp1,31 triliun.

Kinerja perusahaan juga ditopang peningkatan pendapatan pengelolaan dana sebagai Mudharib yang mencapai Rp2,73 triliun. Nilai tersebut meningkat 1.112,3 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp224,8 miliar.

Dalam memperluas layanan, BSN kini memiliki 37 kantor cabang, 82 kantor cabang pembantu, tiga outlet prioritas, dan 546 Kantor Layanan Syariah (KLS) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Seluruh jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BSN juga telah terintegrasi penuh dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai induk usaha.

Memasuki 2026, BSN menegaskan fokus penguatan layanan digital untuk mempermudah akses transaksi nasabah sekaligus meningkatkan keamanan layanan perbankan syariah.

Perusahaan juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan BSN melalui aplikasi WhatsApp. Hingga 27 April 2026, BSN menegaskan belum memiliki saluran WhatsApp resmi sehingga seluruh pesan yang mengatasnamakan BSN melalui platform tersebut dipastikan merupakan tindakan penipuan.

Masyarakat diimbau hanya menggunakan kanal resmi perbankan untuk menjaga keamanan data pribadi dan transaksi keuangan di tengah meningkatnya aktivitas layanan digital perbankan syariah. []

Penulis: Surya Irawan | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *