881 Rumah Terendam, Pertamina Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Lebong
LEBONG – Sebanyak 881 rumah di delapan kecamatan di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, terendam banjir yang memaksa aktivitas masyarakat terganggu, termasuk kegiatan belajar mengajar di empat sekolah yang terpaksa diliburkan. Di tengah kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk membantu kebutuhan warga terdampak.
Bantuan disalurkan melalui Fuel Terminal Pulau Baai pada Jumat (09/05/2026) dan diserahkan secara simbolis di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong sebelum didistribusikan ke wilayah terdampak.
Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Lebong Selatan, Amen, Lebong Sakti, Bingin Kuning, Rimbo Pengadang, Uram Jaya, Topos, dan Lebong Utara. Tinggi genangan air di sejumlah titik dilaporkan mencapai lutut orang dewasa sehingga menghambat aktivitas warga dan akses pelayanan publik.
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan kebersihan, kebutuhan dasar harian, hingga perlengkapan makanan bayi. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk mendukung pemulihan warga, terutama kelompok rentan seperti bayi dan balita.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebong, Tantawi, mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penanganan banjir di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Dukungan dari berbagai pihak sangat membantu proses penanganan dan pemulihan pascabencana, khususnya bagi masyarakat yang terdampak cukup parah,” kata Tantawi, sebagaimana dilansir Detik, Selasa, (12/05/2026).
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyebut bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat terdampak banjir sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana. Kami juga terus mendorong semangat gotong royong dan kolaborasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Salah seorang warga terdampak, Darmawi, mengaku banjir datang dengan cepat hingga merusak bagian rumahnya akibat derasnya arus air.
“Kami bersyukur masih banyak pihak yang peduli dan membantu kami di tengah kondisi seperti ini,” tutur Darmawi.
Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Lebong menjadi perhatian berbagai pihak mengingat dampaknya terhadap permukiman, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Bantuan kemanusiaan diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi warga sekaligus meringankan beban korban banjir di daerah tersebut. []
Penulis: Rio Roma Dhoni | Penyunting: Redaksi01
