Standar Global ISO 55001 Resmi Dikantongi PGN, Ketahanan Energi Makin Kokoh

JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat pengawasan dan pengelolaan infrastruktur gas bumi nasional melalui penerapan standar internasional ISO 55001 guna menjaga stabilitas distribusi energi di 18 provinsi dan 78 kabupaten/kota di Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan setelah Subholding Gas PT Pertamina (Persero) itu memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen Aset ISO 55001 dari British Standards Institution (BSI) Group Indonesia. Sertifikasi itu mencakup pengelolaan infrastruktur strategis, mulai dari jaringan transmisi South Sumatera-West Java (SSWJ) hingga sistem distribusi gas untuk pelanggan rumah tangga dan industri.

Dengan penguasaan pasar gas bumi mencapai 91,36 persen, penguatan sistem manajemen aset PGN dinilai penting untuk menjaga keandalan operasional sektor industri serta kebutuhan energi masyarakat sehari-hari. Saat ini PGN mengelola jaringan pipa gas sepanjang 33.490 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, mengatakan penerapan ISO 55001 menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam membangun tata kelola aset yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Penerapan standar ini memberikan fondasi kuat bagi kami dalam mengoptimalkan setiap aset. Lewat pengelolaan terstruktur, efektivitas kerja naik dan beban biaya operasi perusahaan bisa ditekan,” kata Fajriyah, sebagaimana dilansir Jatimnow, Selasa (13/05/2026).

Sertifikasi tersebut juga mencakup pengawasan fasilitas strategis seperti Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung, FSRU Jawa Barat, hingga Liquefied Natural Gas (LNG) Hub Arun. Melalui sistem tersebut, risiko gangguan operasional diharapkan dapat ditekan sehingga distribusi gas tetap berjalan stabil.

PGN menyebut penguatan tata kelola aset menjadi langkah penting untuk menjamin pasokan energi bagi sekitar 822 ribu pelanggan dari berbagai sektor, mulai rumah tangga, usaha kecil, hingga industri besar.

Fajriyah menambahkan, pengelolaan aset berbasis standar internasional juga membantu perusahaan dalam menentukan arah investasi secara lebih terukur dengan mempertimbangkan aspek biaya, risiko, dan kinerja operasional.

“Ke depan, kami berkomitmen terus meningkatkan kapabilitas tata kelola ini. Ujungnya adalah peningkatan keandalan infrastruktur yang mendukung bisnis perusahaan dalam jangka panjang sekaligus menjaga ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Selain jaringan distribusi gas bumi, PGN saat ini juga mengoperasikan sejumlah fasilitas energi lainnya seperti Pipa Transmisi Gresik-Semarang, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), serta fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) Mother Station di sejumlah wilayah operasional.

Penguatan sistem manajemen aset tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap keamanan distribusi gas bumi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik. []

Penulis: Ali Masduki | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *