Pemprov DKI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program Gang Dagang
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta (DKI) Jakarta mendukung peluncuran program “Gang Dagang”, sebuah platform edukasi berbasis gamification yang ditujukan untuk meningkatkan literasi keuangan dan digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program tersebut diluncurkan di Balai Kota DKI Jakarta sebagai upaya memperkuat kapasitas UMKM dalam pengelolaan bisnis modern.
Program “Gang Dagang” merupakan hasil kolaborasi antara PT Netzme Kreasi Indonesia bersama platform teknologi pendidikan Ruangguru. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta.
Berbeda dengan pelatihan konvensional, program ini menggabungkan simulasi bisnis interaktif dengan sistem kompetisi sehingga peserta dapat belajar mengelola usaha secara langsung melalui pendekatan permainan digital.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan program tersebut sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mempercepat transformasi digital UMKM.
“Kami menyambut baik program ini, sejalan dengan semangat Jakpreneur dan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong transformasi digital serta meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Sebagai pusat ekonomi dan transformasi digital nasional, DKI Jakarta dinilai menjadi lokasi strategis untuk peluncuran cohort pertama program Gang Dagang,” ujar Suharini, sebagaimana dilansir Viva, Senin (18/05/2026).
Pada tahap awal, sebanyak 50 pelaku UMKM terpilih mengikuti program intensif selama lima bulan. Selama pelaksanaan program, peserta mendapatkan pendampingan melalui enrichment class yang dipandu Ruangguru.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti kompetisi penjualan bertajuk Sales Race setiap dua pekan. Kompetisi tersebut memanfaatkan ekosistem pembayaran digital Netzme, seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Soundbox dan Kasir Digital, untuk meningkatkan transaksi usaha peserta.
Chief Executive Officer (CEO) PT Netzme Kreasi Indonesia Vicky G. Saputra menilai literasi menjadi faktor penting agar digitalisasi pembayaran dapat memberikan dampak nyata bagi UMKM.
“Kami percaya bahwa infrastruktur pembayaran digital saja tidak cukup. UMKM Indonesia membutuhkan literasi yang menyertainya. Gang Dagang adalah bentuk komitmen kami untuk membangun ekosistem yang tidak hanya menyediakan akses, tetapi juga meningkatkan kapabilitas pelaku usaha agar tidak sekadar bertransaksi digital, tetapi juga mampu bertumbuh dari transaksi tersebut,” jelas Vicky.
Materi pembelajaran dalam program tersebut mencakup lima aspek utama, yakni manajemen keuangan dasar, pencatatan keuangan harian, perhitungan keuntungan dan Harga Pokok Penjualan (HPP), pengelolaan utang dan dana darurat, hingga akses pembiayaan digital.
Chief of Corporate Strategy and Financial Officer (CFO) Ruangguru Arman Wiratmoko menyebut pendekatan berbasis permainan dinilai efektif meningkatkan keterlibatan peserta dalam belajar.
“Gamifikasi terbukti meningkatkan engagement dan retensi pengetahuan, terutama bagi pelaku UMKM yang sibuk. Kami berharap game Gang Dagang ini menjadi bekal nyata bagi keseharian bisnis para UMKM dan juga memberikan nilai tambah yang nyata bagi kita semua,” kata Arman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI DKI Jakarta Roes Dina Martha berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat mempercepat penguatan ekosistem pembayaran digital nasional.
“Ke depan, kami berharap inisiatif semacam ini dapat bersinergi antara pihak swasta, pemerintah, otoritas, terus berlanjut dan dapat berkontribusi dalam mengakselerasi digitalisasi UMKM, penguasaan ekosistem pembayaran, serta penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing,” ungkap Roes.
Program “Gang Dagang” juga dapat diakses masyarakat umum secara gratis melalui situs gangdagang.id. Pengguna dengan performa terbaik nantinya berpeluang memperoleh berbagai insentif, termasuk kesempatan belajar mengenai implementasi QRIS antarnegara di sejumlah negara tetangga. []
Penulis: Rina Erina | Penyunting: Redaksi01
