Hotel di Medan Penuh Usai Listrik Padam Massal, Warga Beralih Menginap

MEDAN – Lonjakan hunian hotel terjadi di Kota Medan menyusul pemadaman listrik massal di Sumatera. Warga yang terdampak blackout beralih ke hotel untuk mendapatkan pasokan listrik cadangan, mendorong tingkat okupansi sejumlah hotel hingga penuh, meski operasional perhotelan ikut terhambat akibat keterbatasan bahan bakar minyak untuk genset.

Manajer Karibia Boutique Hotel, Hari, mengatakan seluruh kamar di hotelnya telah terisi penuh sejak Jumat malam. Fenomena ini terjadi setelah banyak warga Medan memilih menginap di hotel akibat gangguan listrik berkepanjangan. “Karena mati lampu itu, ya orang-orang kaya itu pasti ke hotel semua. Penuh semua kamar,” ucap Hari kepada Kompas, sebagaimana diberitakan Kompas, Sabtu, (23/05/2026).

Di tengah meningkatnya permintaan, pihak hotel justru menghadapi tekanan operasional karena tingginya kebutuhan bahan bakar untuk menghidupkan generator set (genset). “Hanya saja kita kerumitan karena sulit juga cari minyak, karena genset kita sangat banyak memerlukan minyak, hidup 12 jam lebih, bio solar susah. Tapi ada rugi dan untungnya lah,” ujar Hari.

Ia menyebut pemesanan mulai melonjak sejak Jumat (22/05/2026) pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB. Hingga Sabtu, sebanyak 167 kamar masih terisi penuh dan mayoritas dipesan warga Medan untuk masa inap hingga Senin. “Sampai sekarang masih penuh, satu kamar pun tidak ada lagi (kosong). Rata-rata warga Medan yang nginap. Pemesanan hari Minggu hingga Senin. 167 kamar penuh,” tutur Hari.

Meski permintaan melonjak, manajemen hotel tidak menaikkan tarif kamar. Harga tetap dipertahankan seperti kondisi normal, mulai Rp600 ribu per malam. “Harga tidak ada naik, masih seperti biasa pada umumnya, sekitar Rp 600.000 per malam, tipe terendahnya segitu,” kata Hari.

Namun, layanan hotel juga terdampak akibat beban operasional genset. Gangguan seperti pendingin ruangan air conditioner (AC) yang kurang optimal hingga lampu yang hidup-mati dilaporkan mengganggu kenyamanan tamu dan kegiatan hotel. “Genset kita hidup dari tadi malam, sehingga kalau ada kendala, seperti AC kurang dingin, lampu hidup mati, sehingga sedikit mengganggu operasional hotel dan acara pelanggan,” ujar Hari.

Sementara itu, Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara, Melkhy Waas, mengatakan tingkat akomodasi hotel di Medan melonjak signifikan setelah pemadaman listrik meluas di Sumatera. Okupansi pada Jumat mencapai sekitar 90 persen, kemudian meningkat menjadi 100 persen pada Sabtu dan diperkirakan bertahan hingga Minggu.

Melkhy menjelaskan tren kenaikan hunian juga terjadi di sejumlah daerah lain di Sumatera Utara (Sumut), seperti Kabupaten Deli Serdang yang mencapai 85-95 persen, Kabupaten Karo 60-70 persen, Kabupaten Simalungun dan Kota Parapat 55-65 persen, serta Kabupaten Toba Samosir 50-60 persen. Ia memperkirakan tingkat okupansi akan menurun setelah pasokan listrik kembali stabil. “Tiga hari pasca blackout kemungkinan turun ke 70-80 persen tergantung kecukupan pasokan listrik yang masuk,” kata Melkhy.

Menurutnya, normalisasi pasokan listrik akan membuat tamu kembali ke rumah masing-masing dan tarif hotel kembali menyesuaikan kondisi biasa. “Seiring pasokan listrik normal. Para tamu akan kembali ke rumah masing-masing dan publish rate (tarif resmi) akan kembali normal,” ujar dia. []

Penulis: Cristison Sondang Pane | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *