Sebar CFD ke Kecamatan, DPRD Kota Bekasi Dorong Penguatan UMKM
BEKASI – Wacana penyebaran Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) ke seluruh kecamatan di Kota Bekasi dinilai berpotensi memperluas manfaat ruang publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Usulan itu muncul agar aktivitas CFD tidak terpusat di satu kawasan dan akses menuju fasilitas vital tetap terjaga.
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Latu Har Hary mengusulkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengembangkan konsep CFD berbasis wilayah kecamatan dibanding menambah titik baru di sekitar Jalan Veteran dan kawasan Alun-alun M Hasibuan, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.
Menurut Latu, penyebaran lokasi CFD hingga tingkat kecamatan dinilai lebih efektif karena tiap wilayah memiliki ruang publik yang dapat dimanfaatkan tanpa membebani jalur utama lalu lintas maupun akses menuju objek vital, seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi dan Stasiun Bekasi.
“Menurut saya Pemkot lebih bagus membuat CFD yang persebarannya di tiap-tiap kecamatan. Jadi bisa mengangkat UMKM-nya juga,” ujar Latu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, sebagaimana dilansir Kompas, Sabtu (23/05/2026).
Ia menilai pelaksanaan CFD yang umumnya berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB berisiko menghambat mobilitas kendaraan jika tidak disertai rekayasa lalu lintas yang matang. Karena itu, penyebaran titik kegiatan dianggap dapat mengurangi kepadatan massa di satu lokasi sekaligus memperluas akses warga terhadap ruang terbuka.
Selama ini, kegiatan CFD di Kota Bekasi masih terpusat di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Padahal, menurut Latu, lapangan yang dimiliki tiap kecamatan dapat dijadikan alternatif pelaksanaan apabila sarana pendukungnya ditingkatkan.
“Kan tiap kecamatan punya lapangan. Kalau belum memadai, bisa difasilitasi perbaikannya supaya masyarakat bisa CFD dekat dari tempat tinggalnya,” kata dia.
Selain memperluas jangkauan warga, konsep tersebut dinilai dapat memperkuat perputaran ekonomi lokal. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar titik kegiatan berpeluang memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat.
“UMKM-nya bisa diberdayakan, masyarakat juga bisa menikmati CFD lebih leluasa, kesehatan masyarakat juga bisa lebih optimal karena difasilitasi pemerintah,” ujar Latu.
Ia juga menilai model CFD tersebar dapat dikolaborasikan dengan pasar rakyat maupun aktivitas ekonomi masyarakat lain yang telah berjalan di lingkungan sekitar.
“Tujuannya agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kota Bekasi,” ucap dia.
Di sisi lain, Latu meminta Pemkot Bekasi tetap melakukan kajian menyeluruh sebelum menetapkan lokasi baru agar tidak mengganggu aktivitas warga maupun akses menuju fasilitas penting. Saat ini, Pemkot Bekasi berencana menambah titik CFD menyusul tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga di ruang publik. Kota Bekasi kini memiliki dua titik resmi CFD, yakni Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, dan kawasan Harapan Indah, Medan Satria. []
Penulis: Nurpini Aulia Rapika | Penyunting: Redaksi01
