PLN Optimistis PLTMG Sumbawa 2 Percepat Pertumbuhan Ekonomi NTB
SUMBAWA – Beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbawa 2 berkapasitas 30 Megawatt (MW) di Desa Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), diproyeksikan memperkuat pasokan listrik sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumbawa, terutama pada sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM), pariwisata, perhotelan, hingga industri tambak udang.
Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusa Tenggara (Nusra) 1, Yogi Yohannes Siburian, mengatakan tambahan daya dari PLTMG Sumbawa 2 akan memperkuat Sistem Tambora yang melayani wilayah Pulau Sumbawa, mulai dari Sumbawa Barat hingga Bima dan Dompu.
Menurut Yogi, keberadaan pembangkit baru ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keandalan energi, tetapi juga diarahkan untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang. “Proyek ini tidak hanya berhasil secara teknis dan operasional, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Pulau Sumbawa,” ujar Yogi.
Ia menilai Pulau Sumbawa memiliki potensi besar di sejumlah sektor strategis yang membutuhkan pasokan listrik stabil, seperti pertambangan, tambak udang, pariwisata, perhotelan, hingga UMKM. Tambahan kapasitas dari pembangkit dinilai dapat menjadi penopang kebutuhan energi pada sektor-sektor tersebut.
“Tambahan daya dari PLTMG ini akan memenuhi kebutuhan pertumbuhan listrik dari berbagai sektor potensial tersebut, sekaligus mendukung peningkatan penyerapan tenaga kerja,” katanya.
PLTMG Sumbawa 2 kini beroperasi penuh dengan tiga unit mesin dual fuel yang dapat menggunakan bahan bakar gas maupun minyak. Selain meningkatkan suplai energi, proyek tersebut juga diselesaikan tanpa kecelakaan kerja atau zero accident selama masa konstruksi.
Yogi menyebut keberhasilan proyek itu merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari PLN Group, kontraktor, konsultan, pemerintah daerah, hingga masyarakat sekitar, sebagaimana diberitakan Kompas, Sabtu, (23/05/2026). “Keberhasilan besar tidak pernah lahir dari satu orang. Keberhasilan lahir dari kebersamaan, sinergi, kolaborasi, dan profesionalisme seluruh pihak yang bergerak dalam tujuan yang sama,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan operasional PLTMG Sumbawa 2 menjadi langkah penting untuk menjawab peningkatan kebutuhan listrik di Pulau Sumbawa.
Ia menjelaskan, sebelum pembangkit baru beroperasi, wilayah Sumbawa masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik sehingga belum seluruh kebutuhan pelanggan terpenuhi optimal. Dengan tambahan PLTMG ini, kapasitas listrik di Sistem Tambora meningkat dari sekitar 160 MW menjadi 191 MW.
“Sebelumnya, Sumbawa masih mengalami keterbatasan pasokan listrik sehingga beberapa kebutuhan pelanggan belum bisa terlayani secara optimal. Dengan beroperasinya PLTMG Sumbawa 2, kapasitas listrik di Sistem Tambora meningkat dari sekitar 160 MW menjadi 191 MW dan kini memiliki cadangan daya sekitar 20 persen,” jelas Rizki.
Rizki berharap keandalan sistem kelistrikan tersebut mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi NTB dalam beberapa tahun ke depan. “Dengan sistem kelistrikan yang semakin andal, PLN berharap masyarakat dan pelaku usaha di Pulau Sumbawa tidak lagi ragu untuk mengembangkan usaha maupun meningkatkan kebutuhan listriknya. PLN juga berkomitmen terus menambah pasokan listrik di Sumbawa dalam beberapa tahun ke depan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Rizki. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
