IHSG Anjlok 1,11 Persen, Rupiah Tembus Rp18.004 per Dolar AS

JAKARTA – Tekanan di pasar keuangan domestik berlanjut pada perdagangan Rabu (08/07/2026) siang. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diikuti koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup turun 1,11 persen pada sesi pertama perdagangan.

IHSG mengakhiri perdagangan sesi I di level 5.920,151 atau melemah 66,346 poin dibandingkan penutupan sebelumnya. Sementara itu, indeks LQ45, yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid, turut terkoreksi 6,985 poin atau 1,17 persen ke posisi 587,932.

Pergerakan pasar menunjukkan tekanan jual masih mendominasi. Sebanyak 447 saham ditutup melemah, 197 saham menguat, dan 142 saham bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan tercatat mencapai 1.137.021 kali transaksi dengan volume 12,250 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp5,227 triliun.

Sejumlah saham mengalami penurunan paling tajam pada sesi pertama. Saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) melemah 68 poin atau 14,98 persen menjadi 386. Disusul PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) yang turun 9 poin atau 12,86 persen ke level 61, PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) yang terkoreksi 8 poin atau 11,43 persen menjadi 62, serta PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) yang merosot 10 poin atau 11,11 persen ke posisi 80.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga mengalami pelemahan. Hingga pukul 11.55 WIB, rupiah berada di level Rp18.004 per dolar AS atau turun 24 poin setara 0,13 persen, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Rabu (08/07/2026).

Sementara itu, mayoritas bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 572,296 poin atau 0,84 persen ke level 67.684,703. Sebaliknya, Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 560,349 poin atau 2,38 persen menjadi 24.057,240.

Penguatan juga terjadi pada Indeks SSE Composite China yang naik 20,810 poin atau 0,52 persen ke level 4.011,050. Adapun Indeks Straits Times Singapura bertambah 59,789 poin atau 1,12 persen hingga berada di posisi 5.402,029.

Pergerakan bursa regional yang cenderung beragam menunjukkan sentimen pasar global masih memengaruhi arah investasi di kawasan, sementara pelaku pasar domestik terus mencermati dinamika nilai tukar rupiah dan perkembangan kondisi ekonomi global sebagai faktor yang berpotensi memengaruhi perdagangan saham pada sesi berikutnya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *