Ditopang Lima Sektor, IHSG Hijau di Penutupan Sesi I
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik menguat hingga penutupan perdagangan sesi I, Senin (13/07/2026), setelah sempat dibuka di zona merah. Penguatan indeks ditopang kenaikan sejumlah sektor utama, terutama sektor barang konsumer nonprimer, sehingga IHSG bertahan di area positif di tengah masih dominannya saham yang mengalami pelemahan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 6,47 poin atau 0,11 persen ke level 5.930,83 pada penutupan sesi I. Kinerja positif tersebut didorong oleh lima dari 11 indeks sektoral yang mencatatkan penguatan.
Sektor barang konsumer nonprimer menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan penguatan 1,47 persen. Selanjutnya, sektor barang baku naik 0,56 persen, sektor infrastruktur 0,52 persen, sektor energi 0,25 persen, serta sektor transportasi dan logistik sebesar 0,10 persen.
Di sisi lain, enam sektor lainnya masih berada di zona negatif. Sektor keuangan mencatat penurunan terdalam sebesar 0,69 persen, diikuti sektor properti dan real estate sebesar 0,35 persen, sektor kesehatan 0,31 persen, sektor barang konsumer primer 0,28 persen, sektor teknologi 0,12 persen, serta sektor perindustrian 0,11 persen.
Aktivitas perdagangan di BEI selama sesi I mencatat volume transaksi mencapai 14,79 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp6 triliun. Sebanyak 266 saham menguat, 326 saham melemah, dan 197 saham bergerak stagnan.
Pada kelompok saham Indeks LQ45, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memimpin daftar penguatan dengan kenaikan 3,48 persen menjadi Rp1.040 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 3,40 persen menjadi Rp1.675 per saham, disusul PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang menguat 2,39 persen ke level Rp1.500 per saham.
Sementara itu, tekanan jual masih terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi saham dengan pelemahan terbesar di kelompok LQ45 setelah turun 2,89 persen ke level Rp1.680 per saham. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melemah 1,72 persen menjadi Rp2.850 per saham, sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 1,62 persen ke posisi Rp6.075 per saham.
Pergerakan IHSG yang mampu kembali ke zona hijau menunjukkan adanya minat beli pada sejumlah sektor unggulan meskipun tekanan jual masih membayangi sebagian besar saham di pasar. Data perdagangan tersebut sebagaimana dilansir Kontan, Senin (13/07/2026), memperlihatkan bahwa penguatan indeks masih ditopang oleh rotasi sektor dan saham-saham tertentu di tengah dinamika pasar modal domestik. []
Redaksi01
