LPS: 99,98 Persen Rekening Nasabah di Sultra Dijamin
KENDARI – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat hampir seluruh rekening nasabah bank di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah masuk dalam cakupan penjaminan. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 5,15 juta rekening atau 99,98 persen rekening nasabah di Sultra dijamin LPS, melampaui rata-rata nasional yang mencapai 99,95 persen.
Data tersebut disampaikan dalam kegiatan LPS Media Meet Up Sulawesi Tenggara 2026 yang diselenggarakan LPS di Kendari, Senin (13/07/2026). Kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan LPS III itu bertujuan memperkuat literasi keuangan masyarakat sekaligus mempererat sinergi dengan media dalam menyebarluaskan informasi mengenai perlindungan simpanan nasabah dan stabilitas sistem keuangan, sebagaimana diberitakan Sultra Fajar, Senin (13/07/2026).
Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Prayitno Amigoro, mengatakan tingginya cakupan penjaminan menunjukkan besarnya perlindungan yang diberikan kepada masyarakat melalui sistem penjaminan simpanan.
“LPS tidak hanya menjamin simpanan masyarakat, tetapi juga berperan menjaga stabilitas sistem keuangan serta akan menjalankan Program Penjaminan Polis mulai tahun 2028 sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK),” ujar Prayitno.
Ia menjelaskan, LPS memberikan jaminan simpanan hingga Rp2 miliar untuk setiap nasabah pada masing-masing bank. Namun, pencairan dana penjaminan hanya dapat dilakukan apabila nasabah memenuhi persyaratan yang dikenal sebagai syarat 3T, yakni simpanan tercatat dalam pembukuan bank, bunga simpanan tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP), serta nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank.
Selain menyampaikan perkembangan penjaminan simpanan, kegiatan tersebut juga membahas pentingnya peningkatan literasi keuangan di tengah semakin pesatnya transformasi digital sektor perbankan. LPS menilai pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan menjadi faktor penting untuk mendorong budaya menabung, meningkatkan keamanan transaksi, serta memperkuat kepercayaan terhadap industri perbankan.
Dalam kesempatan yang sama, Bank Sultra memaparkan strategi digitalisasi layanan yang terus dikembangkan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pelaksana Pemasaran Jasa Elektronik Bank Sultra, Andre Steven, mengatakan transformasi digital menjadi bagian penting dari pengembangan layanan perbankan di tengah perubahan pola transaksi masyarakat.
“Digitalisasi menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan UMKM. Namun, keamanan transaksi dan perlindungan nasabah tetap menjadi prioritas utama,” katanya.
LPS berharap kolaborasi bersama media dapat memperluas penyebaran informasi mengenai sistem penjaminan simpanan dan edukasi keuangan kepada masyarakat. Dengan meningkatnya literasi keuangan, kepercayaan publik terhadap industri perbankan diharapkan semakin kuat sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif serta memperluas akses pembiayaan bagi UMKM. []
Redaksi01
