Rupiah Menguat 0,25 Persen, Jadi Mata Uang Terkuat di Asia Siang Ini

JAKARTA – Nilai tukar rupiah memimpin penguatan mata uang di kawasan Asia pada perdagangan Selasa (21/07/2026) siang. Hingga pukul 12.09 WIB, rupiah terapresiasi 0,25 persen ke level Rp17.903 per dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus menjadi mata uang dengan kenaikan terbesar di kawasan di tengah pelemahan tipis indeks dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi setelah sehari sebelumnya berada di posisi Rp17.948 per dolar AS. Kinerja tersebut menempatkan mata uang Indonesia di atas sejumlah mata uang Asia lainnya yang juga mencatat apresiasi terhadap dolar AS.

Berdasarkan pergerakan pasar, rupee India menjadi mata uang dengan penguatan terbesar kedua setelah rupiah, yakni sebesar 0,13 persen. Selanjutnya, ringgit Malaysia naik 0,07 persen, yuan China menguat 0,05 persen, won Korea Selatan bertambah 0,04 persen, baht Thailand naik 0,03 persen, dan yen Jepang menguat sekitar 0,006 persen.

Di sisi lain, tidak seluruh mata uang Asia bergerak positif. Dolar Taiwan tercatat mengalami pelemahan terdalam sebesar 0,27 persen terhadap dolar AS. Sementara itu, peso Filipina turun 0,05 persen dan dolar Hong Kong melemah sekitar 0,008 persen.

Sejalan dengan pergerakan mata uang di kawasan, indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia juga mengalami penurunan tipis. Indeks tersebut berada di level 100,93, lebih rendah dibandingkan posisi perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level 100,94.

Pergerakan ini menunjukkan sentimen terhadap dolar AS masih cenderung melemah pada perdagangan siang, sehingga memberikan ruang bagi mayoritas mata uang Asia untuk mencatat penguatan, sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa (21/07/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *