GEMPAR Kembali Digelar, Pemkab Sleman Hidupkan Pasar Kebonagung dan UMKM

SLEMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kembali mengintensifkan upaya menghidupkan pasar tradisional melalui program Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR). Kali ini, kegiatan bertema “Pasar Tradisional Bergeliat, UMKM Kuat” akan digelar di Pasar Kebonagung, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, Sabtu (25/07/2026), sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program tersebut tidak hanya mengajak masyarakat berbelanja di pasar rakyat, tetapi juga menghadirkan edukasi, hiburan, serta promosi produk lokal guna meningkatkan jumlah pengunjung dan omzet pedagang. Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB dengan rangkaian acara yang meliputi pertunjukan gamelan, tari tradisional, hingga talkshow inklusif.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Dwi Wulandari mengatakan GEMPAR merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mengembalikan peran strategis pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pengembangan pasar tradisional bukan sekadar renovasi fisik, melainkan upaya strategis untuk melestarikan ekonomi kerakyatan agar berdaya saing dan naik kelas. Pasar rakyat adalah jantung ekonomi lokal untuk itu,” ungkap Dwi Wulandari, sebagaimana diberitakan Suara Jogja, Rabu (22/07/2026).

Selain menghadirkan hiburan budaya, kegiatan di Pasar Kebonagung juga akan menjadi ruang diskusi bagi pelaku UMKM melalui talkshow inklusif yang menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Kadis Perindag Sleman. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah berbagi pengalaman, memperluas jejaring usaha, serta membahas strategi pengembangan pasar tradisional di tengah perubahan pola perdagangan.

Menurut Dwi, pengembangan pasar rakyat harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, Pemkab Sleman terus mendorong terciptanya pasar yang bersih, aman, nyaman, sekaligus siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui digitalisasi sistem pembayaran dan promosi daring.

Pasar Kebonagung dinilai memiliki posisi strategis karena berada di wilayah barat Sleman yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulon Progo. Potensi tersebut diharapkan mampu mendorong pasar menjadi pusat perdagangan sekaligus destinasi wisata kuliner berbasis kearifan lokal.

“Melalui penguatan branding Pasar Kebon Agung yang didukung oleh banyak pihak antara lain pemerintah Kab. Sleman, pengelola pasar, paguyuban pedagang, swasta dan masyarakat, saya yakin Pasar Kebon Agung akan semakin berkumandang sebagai pasar tradisional yang akan menjadi salah satu pasar tujuan belanja kebutuhan sehari-hari dan pengalaman wisata kuliner otentik yang luar biasa,” tambahnya.

Pelaksanaan GEMPAR di Pasar Kebonagung merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang akan berlanjut di sejumlah pasar lain di wilayah Sleman Barat, seperti Pasar Ngijon, Pasar Ngino, Pasar Balangan, hingga Pasar Godean.

Program GEMPAR sendiri dirancang untuk memperluas pasar bagi produk UMKM, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, sekaligus mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Melalui peningkatan kunjungan masyarakat ke pasar rakyat, pemerintah berharap omzet pedagang terus bertambah dan pasar tradisional tetap mampu bersaing di tengah perkembangan perdagangan modern. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *