OJK Jember Perluas Akses Modal, Program Vorsa UMKM Situbondo Makin Diperkuat
SITUBONDO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Situbondo melalui perluasan akses pembiayaan perbankan dan peningkatan literasi keuangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Program Vorsa UMKM yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo agar semakin banyak pelaku usaha memperoleh modal usaha dengan skema yang lebih mudah.
Dukungan itu diwujudkan melalui kerja sama OJK Jember dengan Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) dan Bank Tabungan Negara (BTN). Selain memperluas akses pembiayaan, OJK juga memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pengelolaan usaha dan keuangan yang sehat.
Kepala OJK Jember Aris Budiman mengatakan pihaknya menargetkan seluruh pelaku UMKM di wilayah Sekarkijang yang meliputi Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Lumajang dapat memperoleh akses layanan keuangan melalui perbankan.
“Target kita, seluruh pelaku UMKM, bisa mendapatkan akses keuangan melalui Perbankan. Kami sudah bermitra dengan Bank Jatim dan BTN,” ujar Aris Budiman saat menghadiri kegiatan Edukasi Keuangan dan Vorsa UMKM di Aula Pemkab Situbondo, sebagaimana diberitakan RRI, Rabu (22/07/2026).
Menurut Aris, salah satu kendala yang selama ini dihadapi pelaku UMKM dalam memperoleh pinjaman adalah riwayat pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Namun, kebijakan terbaru dinilai dapat memberikan peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk memperoleh pembiayaan.
“Per 1 Juli 2026, pinjaman di bawah Rp1 juta SLIK tidak akan muncul lagi. Kalau misalnya ada pelunasan yang sebelumnya macet maka bulan depan baru SLIK terhapus,” terang Aris Budiman.
Selain mempermudah akses modal, OJK menilai peningkatan literasi keuangan menjadi aspek penting agar pelaku UMKM mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Oleh karena itu, hampir 100 pelaku UMKM mengikuti kegiatan edukasi yang membahas pengelolaan keuangan, peningkatan kapasitas usaha, hingga pemanfaatan layanan keuangan digital.
“Hari ini kita bekali para pelaku UMKM dengan literasi untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka, sebelum mereka mendapatkan kemudahan akses keuangan,” tegasnya.
OJK juga akan melakukan evaluasi dan pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaan Program Vorsa UMKM melalui koordinasi dengan Bank Jatim dan BTN. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas penyaluran pembiayaan tetap terjaga sehingga nilai pinjaman yang diterima pelaku usaha berpotensi meningkat.
“Kalau marketplace lending (MPL)nya terjaga dengan baik, maka kita dorong dari pinjaman maksimal Rp20 juta bisa Rp50 juta nantinya,” ungkap Aris Budiman.
Program Vorsa UMKM merupakan inisiatif Pemkab Situbondo yang memberikan fasilitas pinjaman modal usaha hingga Rp20 juta tanpa bunga maupun biaya administrasi karena seluruh beban tersebut ditanggung pemerintah daerah. Program ini diharapkan mampu memperkuat permodalan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor UMKM di Situbondo.
Salah seorang peserta kegiatan, Evita Sukma, mengaku memperoleh banyak manfaat dari edukasi yang diberikan, terutama terkait pengelolaan keuangan secara digital.
“Senang bisa ikut kegiatan ini karena menambah ilmu pengetahuan cara mengatur keuangan dan cara mengelola keuangan secara digital,” ucapnya.
Evita yang mengelola usaha selada hidroponik dengan omzet sekitar Rp10 juta setiap masa panen selama 45 hari berencana memanfaatkan Program Vorsa UMKM untuk memperkuat pengembangan usahanya.
“Saya punya kebun hidroponik selada. Omzet setiap kali panen minimal Rp10 juta. Saya berencana mengajukan pinjaman Vorsa UMKM karena tanpa bunga dan biaya administrasi lainnya,” bebernya.
Melalui kolaborasi antara OJK, perbankan, dan Pemkab Situbondo, Program Vorsa UMKM diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. []
Redaksi01
