ASDP Luwuk Angkut 109 Ribu Penumpang, Konektivitas Kepulauan Makin Kuat

LUWUK – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Luwuk mencatat telah melayani 109.521 penumpang dan 47.334 kendaraan selama periode Januari hingga Juni 2026. Capaian tersebut mempertegas peran layanan penyeberangan dalam menjaga konektivitas antarpulau sekaligus mendukung distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), serta wilayah sekitarnya.

Operasional layanan tersebut ditopang enam armada kapal yang melayani lintasan perintis maupun komersial di kawasan kepulauan. Kehadiran armada tersebut menjadi penghubung utama bagi mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi di daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi.

Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan Cabang Luwuk merupakan salah satu simpul penting yang menjalankan fungsi perusahaan dalam menghubungkan wilayah kepulauan, terutama kawasan terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

“ASDP Cabang Luwuk mencerminkan salah satu wajah utama ASDP sebagai penghubung antarpulau yang menjaga konektivitas hingga kawasan T (terdepan, tertinggal, terluar),” kata Heru Widodo dalam media gathering di Luwuk, Sulawesi Tengah, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (23/07/2026).

Menurut Heru, enam kapal yang dioperasikan terdiri atas KMP Moinit dan KMP Dolosi yang melayani lintasan komersial, serta KMP Tuna Tomini, KMP Teluk Tolo, KMP Cengkih Afo, dan KMP Tanjung Api yang melayani lintasan perintis dengan sebagian perjalanan juga digunakan untuk layanan komersial.

Heru menegaskan keberadaan armada tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas masyarakat di wilayah kepulauan.

“Di balik setiap lintasan yang kami operasikan, terdapat aktivitas ekonomi, distribusi logistik, layanan pendidikan, kesehatan, hingga kehidupan masyarakat yang terus bergerak.”

“Karena itu, transportasi penyeberangan bukan hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Heru.

Melalui layanan perintis, ASDP melayani sejumlah lintasan strategis, yakni Luwuk–Banggai, Banggai–Boniton, Banggai–Kaukes, Banggai–Bobong, Banggai–Paisulamo, Paisulamo–Dungkean, Ampana–Wakai, Wakai–Gorontalo, Wakai–Toboli, Ampana–Pasokan, Pasokan–Dolong, hingga Dolong–Marisa. Sementara itu, layanan komersial mencakup rute Pagimana–Gorontalo, Luwuk–Saiyong, dan Kolonodale–Baturube.

Executive Director ASDP Regional 4, Syamsudin, menjelaskan tiga lintasan dengan volume trafik terbesar berasal dari rute Pagimana–Gorontalo, Luwuk–Saiyong, dan Kolonodale–Baturube yang berkontribusi sekitar 77,10 persen terhadap total produksi layanan Cabang Luwuk.

“Ketiga lintasan ini menjadi koridor strategis yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi berbagai komoditas unggulan, seperti hasil perikanan, kopra, kelapa, dan bahan bangunan,” katanya.

Selain menopang distribusi komoditas, layanan penyeberangan ASDP juga memperkuat konektivitas antara Sulteng, Gorontalo, dan Sulawesi Utara (Sulut). Jaringan tersebut membuka akses menuju kawasan wisata, memperlancar rantai pasok logistik, serta mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan kepulauan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *