Bank Raya Raup Laba Rp12,01 Miliar, Bisnis Digital Tumbuh Pesat

JAKARTA – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan pada kuartal II 2026. Kinerja tersebut ditopang peningkatan penyaluran kredit digital, pertumbuhan tabungan digital, serta kenaikan transaksi melalui aplikasi yang turut mengerek laba bersih perseroan menjadi Rp12,01 miliar.

Seiring penguatan layanan digital, penyaluran kredit digital Bank Raya hingga kuartal II 2026 mencapai Rp16,46 triliun atau meningkat 22,6 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, outstanding kredit digital tercatat sebesar Rp3,17 triliun atau tumbuh 21,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis (30/07/2026), pertumbuhan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong perbaikan kinerja keuangan perseroan.

Kontributor terbesar berasal dari produk Pinang Dana Talangan yang ditujukan bagi Agen BRILink dan Agen Gadai. Hingga akhir kuartal II 2026, penyaluran produk tersebut mencapai Rp14,67 triliun atau meningkat 29,1 persen YoY kepada sekitar 69.000 Agen BRILink dan Agen Gadai. Adapun nilai outstanding pembiayaannya naik 48,8 persen menjadi Rp1,19 triliun.

Dari sisi penghimpunan dana, tabungan digital (digital saving) Bank Raya mencapai Rp2,47 triliun atau tumbuh 66,4 persen secara tahunan. Pada saat yang sama, jumlah transaksi melalui Aplikasi Raya meningkat 41,2 persen menjadi sekitar tiga juta transaksi.

Peningkatan aktivitas digital tersebut turut mendorong rasio dana murah atau current account saving account (CASA) Bank Raya menjadi 38,09 persen pada kuartal II 2026, lebih tinggi dibandingkan 29,72 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama (Dirut) PT Bank Raya Indonesia Tbk, Ida Bagus Ketut Subagia, mengatakan capaian tersebut menunjukkan konsistensi perseroan dalam menjalankan transformasi digital di sektor perbankan.

“Melalui berbagai inovasi layanan dan penguatan ekosistem digital, kami terus mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin mudah, aman, dan relevan bagi masyarakat,” ujar Bagus dalam keterangan resmi, Kamis (30/07/2026).

Selain mencatat pertumbuhan bisnis, Bank Raya juga membukukan peningkatan rasio net interest margin (NIM) sebesar 104 basis points menjadi 5,95 persen.

Pada aspek likuiditas, rasio loan to deposit ratio (LDR) tercatat 83,31 persen, liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 444,63 persen, dan net stable funding ratio (NSFR) mencapai 166,46 persen. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level 40,8 persen.

Bank Raya juga terus memperluas inovasi layanan digital melalui pengembangan fitur pada Aplikasi Raya. Salah satu fitur terbaru adalah Raya Active yang mengintegrasikan aktivitas fisik dengan kebiasaan menabung otomatis melalui aplikasi Health Connect pada Android dan Apple Health di sistem operasi iOS.

Perseroan menyatakan akan terus memperkuat inovasi produk dan layanan digital, menjaga kualitas aset, serta menghadirkan solusi keuangan yang relevan guna mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *