Danantara Siapkan Housing Expo, Rumah dan Apartemen BUMN Dijual dengan KPR Murah
JAKARTA – Badan Pengelola (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Danantara akan menggelar Housing Expo pada 27–30 Agustus 2026 sebagai upaya mempercepat pemasaran rumah dan apartemen milik perusahaan pelat merah. Pameran tersebut juga akan menawarkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan pembiayaan yang lebih terjangkau melalui dukungan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi konsolidasi aset properti BUMN yang selama ini tersebar di sejumlah perusahaan. Setelah seluruh persediaan (inventory) dipetakan dan dihimpun dalam satu sistem pemasaran, masyarakat akan memperoleh akses yang lebih mudah untuk memilih berbagai jenis hunian yang tersedia.
Kepala Badan Pengelola (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan seluruh aset properti BUMN akan dipasarkan secara terpadu setelah proses penataan selesai dilakukan.
“Nanti setelah kita sehatkan semua, kita lihat berapa total inventory (inventarisasi) yang kita punya. Dari total inventory inilah yang nanti akan kita lakukan pemasaran, sehingga masyarakat bisa mengakses seluruh inventory yang dimiliki oleh properti BUMN,” ujar Dony usai acara akad massal 62.710 rumah subsidi di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/07/2026), sebagaimana dilansir Kompas, Sabtu (01/08/2026).
Selain menawarkan berbagai pilihan rumah dan apartemen, pemerintah bersama Himbara juga menyiapkan produk pembiayaan yang diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan hunian.
“Tidak cukup propertinya saja, tapi kita buatkan juga produk pembiayaannya. Seluruh Himbara membuat produk pembiayaan yang lebih murah, yang lebih memungkinkan masyarakat memiliki kredit perumahan yang dikombinasikan dengan properti BUMN,” katanya.
Menurut Dony, konsolidasi dilakukan karena sebelumnya setiap perusahaan BUMN mengembangkan proyek properti secara terpisah. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa proyek berada di kawasan yang sama sehingga penjualannya kurang optimal.
“Kita konsolidasikan. Tadinya terpisah-pisah. Di satu lokasi bisa ada tiga perusahaan properti BUMN membangun proyek sendiri-sendiri. Setelah kita rapikan, seluruh inventory itu akan dipasarkan bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penataan aset diawali dengan proses restrukturisasi, termasuk penyesuaian nilai aset agar sesuai dengan kondisi riil perusahaan. Setelah seluruh data kepemilikan dan jumlah unit dipastikan, aset tersebut akan dipasarkan melalui satu platform promosi.
“Nanti setelah repairment (perbaikan), ketemu nilai riilnya, berapa jumlah rumah yang kita punya. Inilah yang kita konsolidasikan menjadi satu,” ucapnya.
Dony mengungkapkan hasil konsolidasi tersebut akan diperkenalkan kepada masyarakat melalui Housing Expo yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026.
“Nanti datang ya, tanggal 27 sampai 30 Agustus. Kita akan menggelar Housing Expo untuk menawarkan seluruh inventory rumah yang dimiliki BUMN beserta struktur pembiayaan yang lebih memungkinkan sehingga masyarakat lebih mudah membeli rumah,” kata Dony.
Melalui konsolidasi aset dan penyediaan skema pembiayaan yang lebih kompetitif, BP BUMN dan Danantara berharap stok rumah maupun apartemen yang belum terserap pasar dapat dimanfaatkan secara optimal, sekaligus meningkatkan kesempatan masyarakat memiliki hunian dengan cicilan yang lebih terjangkau. []
Redaksi01
