Seoul Siapkan Hotel Ramah Pasien untuk Wisatawan Medis Asing
SEOUL – Pemerintah Kota Seoul menyiapkan program akomodasi ramah pasien bagi wisatawan asing yang menjalani perawatan medis di Korea Selatan. Melalui program Seoul Medical-Friendly Accommodation, pemerintah setempat akan menyeleksi penginapan yang memenuhi sejumlah standar, mulai dari kedekatan dengan fasilitas medis hingga kesiapan menghadapi kondisi darurat.
Pendaftaran program tersebut dibuka pada 14-30 September 2026. Program ini ditujukan untuk membantu pasien asing dan keluarga mereka memperoleh tempat tinggal yang lebih sesuai sebelum, selama, hingga setelah menjalani perawatan medis di Seoul.
Kebijakan tersebut disiapkan di tengah meningkatnya jumlah pasien asing yang berobat di Korea Selatan. Pada 2025, jumlah pasien asing yang menjalani perawatan di fasilitas medis di seluruh Korea Selatan mencapai 2,01 juta orang, naik 71,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Seoul menjadi tujuan utama pasien asing tersebut. Dari total pasien itu, sebanyak 1,76 juta orang mendapatkan layanan medis di Seoul. Jumlah tersebut meningkat 75,6 persen dibandingkan sekitar 1 juta pasien pada tahun sebelumnya.
Selain jumlah pasien, nilai ekonomi dari aktivitas wisata medis juga cukup besar. Pengeluaran pasien asing untuk layanan medis di Korea Selatan mencapai 213,1 miliar won atau sekitar Rp2,8 triliun pada Juli 2026.
Untuk mengikuti program akomodasi ramah pasien, penginapan harus berstatus fasilitas akomodasi yang telah terdaftar dan berlokasi di Seoul. Pemerintah kota akan melakukan penilaian terhadap properti yang mengajukan diri sebelum menetapkan akomodasi yang memenuhi persyaratan.
Aspek yang dinilai mencakup jarak penginapan dari fasilitas medis, ketersediaan akses bagi pengguna kursi roda, sistem tanggap darurat selama 24 jam, serta fasilitas yang mendukung pasien untuk tinggal dalam jangka waktu lebih lama, termasuk layanan laundry.
Jumlah penginapan yang ditetapkan sebagai akomodasi ramah pasien baru akan diketahui setelah proses inspeksi selesai. Status tersebut berlaku selama satu tahun sehingga properti yang terpilih perlu memenuhi standar yang ditetapkan selama masa penetapan.
Meski memperoleh status ramah pasien, hotel atau fasilitas penginapan tidak diperbolehkan memberikan layanan ataupun tindakan medis. Program tersebut berfokus pada penyediaan tempat tinggal yang lebih mendukung kebutuhan pasien dan keluarga selama menjalani rangkaian perawatan.
Akomodasi yang lolos seleksi selanjutnya akan dipromosikan melalui platform wisata medis milik Pemerintah Kota Seoul. Platform tersebut tersedia dalam lima bahasa untuk memudahkan wisatawan medis asing menemukan informasi mengenai penginapan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Selain promosi, penginapan terpilih juga mendapat kesempatan mengikuti berbagai kegiatan wisata medis yang diselenggarakan Pemerintah Kota Seoul. Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem wisata medis Seoul sekaligus memberikan pilihan akomodasi yang lebih terukur bagi pasien asing dan keluarganya. []
Redaksi01
