Rupiah Dibuka Rp17.662 per Dolar AS, Asia Tertekan
JAKARTA – Rupiah menunjukkan pergerakan yang relatif lebih kuat dibandingkan mayoritas mata uang Asia pada awal perdagangan Selasa (15/09/2026). Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka pada level Rp17.662 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat tipis 0,04 persen dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.669 per dolar AS.
Penguatan tersebut membuat rupiah menjadi salah satu mata uang kawasan yang mampu bertahan di zona positif ketika sebagian besar mata uang Asia mengalami tekanan hingga pukul 09.00 WIB.
Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam di kawasan dengan penurunan 0,36 persen. Setelah itu, yen Jepang melemah 0,24 persen, sedangkan dolar Singapura dan ringgit Malaysia masing-masing terkoreksi 0,09 persen.
Tekanan juga terlihat pada baht Thailand dan dolar Taiwan yang sama-sama turun 0,05 persen. Yuan China melemah 0,02 persen, sementara dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,004 persen terhadap the greenback.
Di tengah pergerakan mayoritas mata uang yang melemah, peso Filipina menjadi mata uang Asia dengan penguatan terbesar setelah naik 0,05 persen. Kondisi tersebut menempatkan rupiah dalam kelompok terbatas mata uang kawasan yang mencatat penguatan pada awal perdagangan.
Pergerakan rupiah juga menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang regional tidak sepenuhnya tercermin pada nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan. Selisih penguatan rupiah terhadap dolar AS memang tipis, tetapi cukup untuk membalikkan posisi dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Dengan pergerakan tersebut, pasar valuta asing Asia pada awal perdagangan masih memperlihatkan dominasi tekanan terhadap mata uang kawasan. Rupiah menjadi salah satu mata uang yang mampu menjaga penguatan bersama peso Filipina, sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa, (15/09/2026). []
Redaksi01
