IHSG Sesi I Menguat 1 Persen, Infrastruktur Jadi Penopang
JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I Rabu (12/08/2026) terutama ditopang lonjakan sektor infrastruktur yang mencapai 4,01 persen. IHSG ditutup sementara di level 6.330,35 atau naik 1,00 persen pada jeda perdagangan siang.
Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG sepanjang sesi I bergerak positif dengan level terendah 6.272 dan tertinggi 6.336. Pergerakan tersebut menunjukkan dominasi saham yang menguat di tengah aktivitas transaksi yang cukup tinggi di pasar saham domestik.
Sebanyak 449 saham tercatat menguat hingga akhir sesi pertama, sedangkan 171 saham mengalami penurunan dan 170 saham lainnya bergerak stagnan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang laju IHSG tetap berada di zona hijau hingga perdagangan siang.
Dari sisi sektoral, infrastruktur menjadi sektor dengan penguatan paling tinggi, yakni 4,01 persen. Setelah itu, sektor teknologi naik 2,05 persen, energi menguat 1,98 persen, barang baku bertambah 1,33 persen, serta sektor perindustrian naik 1,13 persen.
Penguatan juga terjadi pada sektor barang konsumer nonprimer sebesar 1,10 persen serta properti dan real estat sebesar 0,83 persen. Kinerja mayoritas sektor yang positif memperluas basis penguatan IHSG pada perdagangan sesi pertama.
Aktivitas transaksi turut menunjukkan tingginya pergerakan di pasar. Volume perdagangan saham di BEI hingga jeda siang mencapai 19,43 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,91 triliun.
Di kelompok indeks LQ45, saham PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi saham dengan kenaikan paling tinggi. ISAT melonjak 17,21 persen ke level Rp2.520 per saham.
Posisi berikutnya ditempati PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang menguat 7,64 persen menjadi Rp775 per saham. Sementara itu, PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) naik 7,05 persen ke level Rp2.580 per saham.
Sebaliknya, tiga saham yang mengalami penurunan terbesar dalam kelompok LQ45 adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
MAPI turun 1,62 persen menjadi Rp1.515 per saham. TLKM melemah 1,15 persen ke Rp2.580 per saham, sedangkan ICBP terkoreksi 0,99 persen menjadi Rp7.500 per saham.
Penguatan IHSG hingga akhir sesi pertama menjadi gambaran bahwa tekanan jual belum mampu menggeser indeks dari zona positif. Dengan mayoritas saham bergerak menguat dan sejumlah sektor mencatat kenaikan signifikan, arah perdagangan pada sesi berikutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar. Data tersebut sebagaimana dilansir Kontan, Rabu (12/08/2026). []
Redaksi01
