LPDN Miliki Peran Strategis Wujudkan Masyarakat Dayak Berkualitas
Pemukulan Gong Tanda Dimulainya Rakernas Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) berlangsung di Rumah Radakng, pada Jumat (14/8/2026).
PONTIANAK – Keberadaan Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) memiliki posisi strategis dalam upaya mewujudkan masyarakat Dayak yang berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Sekjen MADN, Yakobus Kumis saat Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke IV dan Ulang Tahun ke 3 di Rumah Radakng Pontianak, Jalan Sultan Syahrir Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (14/8/2026).
Menurut Yakobus Kumis, Rakernas LPDN menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan Dayak dalam pembangunan keluarga guna membentuk generasi yang berkualitas.
“Lembaga Perempuan Dayak Nasional itu keluar idenya pada saat saya melakukan pelantikan Dewan Adat Dayak Kalimantan Selatan pada tanggal 12-14 Agustus 2022 yang lalu. Sehingga kami tindak lanjuti dalam rapat kerja nasional pada waktu itu,” ujar Yakobus.
Yakobus Kumis mengatakan, gagasan pembentukan LPDN bermula ketika dirinya melakukan pelantikan Dewan Adat Dayak Kalimantan Selatan pada 12-14 Agustus 2022.
“Lembaga Perempuan Dayak Nasional itu keluar idenya pada saat saya melakukan pelantikan Dewan Adat Dayak Kalimantan Selatan pada tanggal 12-14 Agustus 2022 yang lalu. Sehingga kami tindak lanjuti dalam rapat kerja nasional pada waktu itu,” ujar Yakobus.
Menurutnya, LPDN kini telah memasuki usia tiga tahun dan melaksanakan Rakernas keempat. Ia menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap keberadaan organisasi tersebut.
“Hari ini di usianya yang ke-3 dan dalam rapat kerja nasional ke-4, kami menyatakan mendukung penuh kegiatan ini dan apresiasi atas kegiatan Rakernas LPDN dan ulang tahun,” katanya.
Ia menegaskan, seorang ibu, memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi sejak dari lingkungan keluarga. Sebab, perempuan tidak hanya memiliki peran melahirkan anak, tetapi juga mengasuh, mendidik dan membesarkan mereka.
“Kualitas sebuah bangsa tidak dapat dilepaskan dari kualitas keluarga. Keluarga yang kuat akan menjadi fondasi bagi terbentuknya masyarakat yang kuat dan berkualitas,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten I Pemprov Kalbar Antonius Y Rawing mengatakan, Rakernas LPDN diharapkan tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga menghasilkan gagasan dan program nyata yang mampu menjawab berbagai persoalan perempuan dan keluarga.
“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Dari keluarga yang kuat, akan lahir masyarakat yang kuat dan berkualitas,” ujarnya.
Ia berharap LPDN terus mengambil bagian dalam berbagai agenda pembangunan, termasuk peningkatan pendidikan keluarga, pemberdayaan ekonomi perempuan, perlindungan anak serta pelestarian budaya Dayak.(*)
