Produk UMKM Agrominafiber Menembus Pasar AS lewat Pembinaan Pertamina
JAKARTA – Menembus pasar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu capaian penting Agrominafiber setelah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis produk anyaman tersebut menjalani proses penguatan merek, pemasaran, dan kapasitas usaha melalui program pembinaan Pertamina. Ekspansi itu ditandai dengan ekspor perdana produk dekorasi rumah berbahan anyaman ke AS pada 2025.
Capaian Agrominafiber menunjukkan bahwa produk kerajinan lokal tidak hanya membutuhkan kualitas untuk masuk ke pasar internasional. Kemampuan membangun identitas merek, memahami kebutuhan konsumen, memperluas jaringan pemasaran, serta menyiapkan kapasitas usaha juga menjadi bagian penting dalam proses membawa produk lokal ke pasar global.
Salah satu pendiri Agrominafiber, Novita Hermawan, mengatakan perjalanan menuju pasar internasional dibangun melalui serangkaian proses pengembangan usaha. Ia menyampaikan hal tersebut dalam Webinar Merah Putih bertajuk “Merdeka Berkarya, UMKM Naik Kelas” yang digelar Pertamina sebagai wadah berbagi pengalaman bagi pelaku UMKM.
“Agrominafiber mencapai salah satu tonggak penting pada 2025, ketika melakukan pelepasan ekspor perdana produk homedecor ke Amerika Serikat,” kata Novita dalam keterangan yang diterima di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (22/08/2026).
Menurut Novita, Agrominafiber sejak awal berupaya mengembangkan material anyaman menjadi produk perabot yang memiliki nilai tambah. Produk tersebut dirancang dengan menggabungkan fungsi, desain, dan karakter kerajinan lokal agar dapat diterima oleh pasar yang lebih luas.
Pengalaman mengembangkan usaha kemudian membuat Agrominafiber melihat bahwa kualitas produk saja belum cukup untuk memenangkan persaingan. Pelaku usaha juga perlu menentukan posisi merek, menyampaikan nilai produk kepada konsumen, dan membangun kepercayaan pasar.
Novita mengatakan proses penguatan tersebut mulai dijalani ketika dirinya mengikuti Program Womenpreneur Pertamina Foundation pada 2022. Setahun kemudian, Agrominafiber bergabung sebagai UMKM binaan Pertamina dan mendapatkan sejumlah program pengembangan kapasitas serta strategi bisnis.
Pendampingan itu dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai dari Business Matching, UMK Academy Go Online, pameran, hingga pemanfaatan platform ekspor. Dari rangkaian program tersebut, Agrominafiber memperluas jaringan usaha sekaligus memperoleh kesempatan untuk mempelajari kebutuhan konsumen dan menyesuaikan strategi pemasaran.
Proses tersebut akhirnya mengantarkan Agrominafiber melakukan ekspor perdana produk home decor ke AS pada 2025. Ekspor itu menjadi pintu masuk bagi produk anyaman yang dikembangkan dari usaha lokal untuk menjangkau konsumen internasional.
Selain ekspor, konsistensi pengembangan usaha juga membawa Agrominafiber memperoleh sejumlah penghargaan. Di antaranya Awarding Program Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) 2023, juara kedua Kreasi dan Inovasi Kabupaten Kebumen 2024, UMKM Terinternasional Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah 2025, Pemenang Sisberdaya 2025, Top 10 Petrapreneur Aggregator Pertamina, serta peringkat kelima Ecosystem Impact Champion 2026.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan perjalanan Agrominafiber memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan proses pembelajaran dan pendampingan yang berkelanjutan. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan mutu produk, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha mengelola bisnis dan menjangkau konsumen.
“Kami mendorong proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga bagaimana pelaku usaha semakin kuat dari sisi kapasitas, digitalisasi, brand, hingga akses pasar,” kata Baron.
Menurut Baron, penguatan berbagai aspek tersebut diperlukan agar UMKM tidak berhenti pada pencapaian satu transaksi atau keikutsertaan dalam satu pameran. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pelaku usaha memiliki kemampuan untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis dalam jangka panjang.
“Yang ingin kami bangun bukan hanya keberhasilan dalam satu pameran atau satu transaksi, tetapi proses agar UMKM terus belajar, berkembang, dan memiliki daya saing untuk tumbuh dalam jangka panjang,” tambah Baron.
Rangkaian perjalanan Agrominafiber, menurutnya, menggambarkan bahwa peningkatan kelas UMKM berlangsung secara bertahap. Proses tersebut mencakup pengembangan produk berbasis anyaman, penguatan brand, pelatihan, partisipasi dalam pameran, pertemuan dengan calon buyer, hingga terbukanya akses menuju pasar internasional.
Pertamina juga terus mengembangkan ekosistem pembinaan UMKM melalui dukungan terhadap perizinan usaha, digitalisasi, pemanfaatan marketplace, pelatihan, business matching, pameran nasional, serta pembukaan akses pasar internasional. Langkah itu diharapkan dapat memperbesar jumlah produk lokal yang memiliki identitas kuat, dipercaya konsumen, dan mampu bersaing di pasar global. []
Redaksi01
