Jadwal Kapal Pelni September 2026, Cek Rute ke Labuan Bajo hingga Papua
JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) membuka sejumlah pilihan perjalanan laut pada September 2026 yang menghubungkan berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Sejumlah rute tersebut menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan konektivitas menuju kawasan pariwisata, termasuk Labuan Bajo.
Jadwal pelayaran pada September 2026 mencakup sejumlah kapal penumpang dengan rute dan waktu keberangkatan berbeda. Calon penumpang diimbau memeriksa kembali jadwal melalui saluran resmi karena waktu pelayaran dapat berubah akibat kondisi cuaca, kebutuhan operasional, maupun penugasan dari pemerintah.
Informasi mengenai jadwal perjalanan dapat diakses melalui situs resmi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), sebagaimana dilansir Liputan6. Penumpang dapat memilih layanan reservasi tiket atau jadwal kapal penumpang dengan memasukkan pelabuhan asal, tujuan, dan tanggal keberangkatan.
Selain melalui situs resmi, Pelni menyediakan aplikasi seluler yang dapat digunakan untuk melihat jadwal, memeriksa harga tiket, dan melakukan pemesanan. Calon penumpang yang tidak memiliki akses internet juga dapat memperoleh informasi dengan mendatangi kantor cabang Pelni atau agen penjualan resmi di pelabuhan terdekat.
Salah satu tujuan yang menjadi perhatian pada jadwal September 2026 adalah Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT). Kawasan tersebut merupakan salah satu pintu masuk menuju Taman Nasional Komodo dan dapat dijangkau melalui sejumlah pelayaran dari Benoa atau Denpasar.
KM Tilongkabila dijadwalkan berangkat dari Benoa atau Denpasar pada 3 September 2026 pukul 09.00 WIB dan tiba di Labuan Bajo pada 4 September 2026 pukul 22.00 WITA. Kapal tersebut dijadwalkan singgah di Gilimas atau Lembar serta Bima, dengan lama perjalanan sekitar 1 hari 13 jam. Tarif penumpang dewasa kelas ekonomi tercatat sebesar Rp295.500.
Pilihan berikutnya adalah KM Binaiya yang dijadwalkan berangkat dari Benoa atau Denpasar pada 9 September 2026 pukul 06.00 WIB dan tiba di Labuan Bajo pada 10 September 2026 pukul 15.00 WITA. Lama perjalanan sekitar 1 hari 9 jam dengan tarif dewasa kelas ekonomi sebesar Rp295.500.
KM Leuser juga melayani jalur menuju Labuan Bajo dengan jadwal keberangkatan pada 10 September 2026 pukul 14.00 WIB. Kapal tersebut dijadwalkan singgah di Bima pada 11 September sebelum tiba di Labuan Bajo pada 12 September 2026 pukul 00.01 WITA. Tarif perjalanan kelas ekonomi untuk penumpang dewasa juga tercatat Rp295.500.
Di luar jalur wisata, sejumlah kapal melayani rute yang memiliki peran penting dalam menghubungkan pusat-pusat ekonomi dan wilayah kepulauan. KM Dobonsolo dijadwalkan berangkat dari Surabaya menuju Jayapura pada 3 September 2026. Kapal tersebut juga melayani rute Jakarta menuju Makassar dengan jadwal keberangkatan 2 September 2026 pukul 10.00.
KM Tidar turut melayani jalur yang menghubungkan sejumlah wilayah di Indonesia Timur. Kapal dengan kapasitas sekitar 2.000 penumpang itu melayani rute Makassar, Bau-Bau, Namlea, Ambon, Tual, Dobo, Kaimana, Fakfak, Sorong, Manokwari, hingga Nabire dalam rangkaian jadwal pelayaran pada akhir Agustus hingga September 2026.
Sementara itu, KM Nggapulu melayani lintasan Tanjung Priok, Surabaya, Makassar, Baubau, Namlea, Ambon, Banda, Tual, Dobo, Kaimana, dan Fakfak atau arah sebaliknya hingga 7 September 2026. Adapun KM Tatamailau dijadwalkan memulai perjalanan dari Timika menuju Bitung pada 1 September 2026 melalui sejumlah pelabuhan, termasuk Fakfak dan Sorong.
Rute laut yang menghubungkan Jakarta, Surabaya, dan Makassar juga memiliki peran penting karena menjadi jalur transit menuju wilayah Maluku dan Papua. Jalur tersebut mendukung mobilitas pekerja, pelajar, serta masyarakat yang melakukan perjalanan antarpulau.
Pelni juga melayani kebutuhan konektivitas masyarakat di wilayah yang akses transportasi lautnya masih sangat penting. Perusahaan mengoperasikan kapal penumpang sekaligus mendukung distribusi logistik melalui program tol laut dan penugasan pelayanan publik atau public service obligation (PSO).
Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang didirikan pada 28 April 1952, Pelni menjalankan peran dalam layanan angkutan penumpang dan barang. Hingga Februari 2026, perusahaan tersebut mengoperasikan 26 kapal penumpang yang melayani lebih dari 90 pelabuhan dan sekitar 1.200 ruas atau rute.
Keberadaan jaringan pelayaran tersebut menjadi salah satu penopang konektivitas di negara kepulauan. Namun, calon penumpang tetap perlu memastikan kembali jadwal keberangkatan dan ketersediaan tiket sebelum melakukan perjalanan karena perubahan jadwal dapat terjadi sesuai kondisi operasional dan faktor cuaca. []
Redaksi01
