Jadwal Damri Tana Tidung-Tanjung Selor Senin 7 September 2026

TANA TIDUNG – Warga Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang membutuhkan transportasi umum menuju Tanjung Selor pada Senin (07/09/2026) dapat memanfaatkan layanan Perusahaan Umum (Perum) Damri. Bus Damri untuk rute KTT-Tanjung Selor dijadwalkan berangkat pada pukul 10.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) dari wilayah Tana Tidung.

Layanan tersebut menjadi salah satu pilihan transportasi darat bagi masyarakat yang hendak bepergian keluar daerah dengan biaya perjalanan yang relatif terjangkau. Selain mengangkut penumpang, layanan Damri juga dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membawa barang dalam perjalanan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung Arief Prasetiawan mengatakan keberadaan trayek Damri membantu masyarakat melakukan perjalanan antardaerah tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang lebih tinggi.

“Pastinya kami sangat berterima kasih ya dengan adanya trayek Damri ini, masyarakat bisa keluar daerah dengan tarif yang lebih murah, dan barang yang dibawa pun bisa cukup banyak,” ujar Arief.

Untuk perjalanan menuju Tanjung Selor, Damri melayani keberangkatan dari Tana Tidung setiap hari pada pagi hari. Khusus Senin (07/09/2026), bus dijadwalkan berangkat pukul 10.00 WITA.

Tarif perjalanan tidak ditetapkan dengan satu harga untuk seluruh penumpang karena besarannya menyesuaikan titik keberangkatan dan tujuan. Berdasarkan informasi yang tersedia, perjalanan dari Tideng Pale menuju Tanjung Selor dikenai tarif Rp85.000 per penumpang.

Tarif yang sama juga berlaku bagi penumpang yang naik dari Sesayap dengan tujuan Tanjung Selor, yakni Rp85.000.

Tideng Pale menjadi salah satu titik layanan penting dalam perjalanan tersebut. Bus Damri terlihat beroperasi melalui terminal di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap. Lokasi tersebut menjadi bagian dari akses masyarakat KTT untuk memperoleh layanan transportasi umum menuju daerah lain di Kalimantan Utara.

Selain Tanjung Selor, layanan Damri juga menghubungkan KTT dengan Malinau. Kehadiran jaringan angkutan tersebut memperluas pilihan mobilitas masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan perjalanan antarkabupaten menggunakan angkutan umum.

Bagi masyarakat yang hendak menggunakan layanan tersebut, pengecekan jadwal dan titik keberangkatan tetap diperlukan sebelum melakukan perjalanan. Hal ini penting karena informasi yang tersedia dalam draf hanya mencantumkan secara rinci jadwal dan tarif untuk rute KTT-Tanjung Selor, sedangkan rincian keberangkatan dan tarif rute KTT-Malinau tidak disertakan.

Arief menilai keberadaan trayek Damri memberikan manfaat bukan hanya dari sisi biaya perjalanan, tetapi juga kapasitas barang yang dapat dibawa masyarakat. Kondisi itu membuat angkutan umum tersebut memiliki peran dalam mendukung mobilitas warga yang melakukan aktivitas di luar wilayah KTT.

Layanan Damri juga menjadi bagian dari konektivitas transportasi darat di Kalimantan Utara. Dengan adanya perjalanan menuju Tanjung Selor dan Malinau, masyarakat memiliki alternatif untuk menjangkau pusat kegiatan di daerah lain tanpa sepenuhnya bergantung pada moda transportasi dengan biaya lebih tinggi.

Informasi mengenai jadwal dan tarif perjalanan Damri tersebut sebagaimana diberitakan Tribunkaltara, Senin (07/09/2026). Masyarakat yang hendak bepergian disarankan memastikan kembali jadwal keberangkatan dan titik naik agar perjalanan dapat berlangsung sesuai rencana. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *