Gas 3 Kg Langka, 100 Tabung di Pasar Murah Pemogan Habis dalam 30 Menit
DENPASAR – Keterbatasan pasokan LPG 3 kilogram (kg) membuat warga Desa Pemogan, Kota Denpasar, harus bergerak cepat untuk mendapatkan gas bersubsidi. Dalam pelaksanaan pasar murah yang digelar Senin (07/09/2026), sebanyak 100 tabung LPG 3 kg yang disediakan untuk masyarakat habis terjual hanya sekitar 30 menit setelah kegiatan dimulai.
Kondisi tersebut menjadi gambaran tingginya kebutuhan masyarakat terhadap LPG 3 kg di tengah kelangkaan yang masih dirasakan warga. Pasar murah yang berlangsung di Lapangan Utara Puskesmas Denpasar Selatan (Densel) III Gelogor Carik itu menjadi salah satu upaya untuk menyediakan LPG dengan harga yang lebih terjangkau.
Kegiatan tersebut digelar Desa Pemogan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar. Pasar murah dimulai pukul 08.00 Wita dengan harga LPG 3 kg ditetapkan Rp18.000 per tabung.
Namun, jumlah tabung yang tersedia tidak sebanding dengan warga yang datang. Sejumlah masyarakat terpaksa pulang tanpa memperoleh LPG karena kuota yang disediakan telah habis dalam waktu singkat.
Sekretaris Desa Pemogan, Agung Pradana, mengatakan pembelian LPG dalam pasar murah tersebut dibatasi maksimal satu tabung untuk setiap warga. Untuk memastikan penyaluran sesuai ketentuan, masyarakat diwajibkan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) asli saat membeli.
Menurut Agung, persoalan LPG 3 kg bukan hanya terjadi saat pasar murah berlangsung. Warga disebut mengalami kesulitan memperoleh gas tersebut di tingkat pengecer dalam beberapa pekan terakhir.
“Memang agak susah mencarinya. Langka, dan harga di pasaran juga lumayan tinggi,” ujarnya.
Situasi itu membuat sebagian warga harus mencari LPG dari satu tempat ke tempat lainnya. Ketika stok tersedia, harga yang ditawarkan di tingkat pengecer juga dinilai lebih tinggi dibandingkan harga dalam kegiatan pasar murah.
Fenomena serupa sebelumnya terjadi ketika pasar murah LPG 3 kg digelar di Pasar Windu Boga, Pemogan, pada Sabtu (5/9). Saat itu, tabung yang disediakan juga habis dalam waktu relatif singkat.
Cepatnya penyerapan LPG tersebut sekaligus menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap komoditas energi bersubsidi tersebut. Di sisi lain, keterbatasan kuota membuat manfaat pasar murah belum dapat dirasakan seluruh warga yang membutuhkan.
Agung menjelaskan pemerintah desa tidak memiliki kewenangan menentukan jumlah LPG yang disediakan dalam kegiatan pasar murah. Desa Pemogan hanya mengajukan permohonan kebutuhan kepada pemerintah, sedangkan jumlah tabung yang diberikan ditentukan oleh pihak berwenang.
“Karena keterbatasan kuota, memang banyak warga yang tidak kebagian. Kami dari pihak desa sifatnya mengajukan permohonan, sedangkan kuota tabung ditentukan pemerintah,” kata Agung.
Untuk merespons keluhan masyarakat, Desa Pemogan akan melakukan koordinasi dengan Disperindag Kota Denpasar. Koordinasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah untuk menyikapi persoalan ketersediaan LPG 3 kg yang masih dirasakan warga.
Informasi mengenai kondisi tersebut sebagaimana diberitakan Bisnisbali, Senin (07/09/2026). Selain Pemogan, pasar murah LPG 3 kg juga dijadwalkan berlangsung di Desa Tegal Harum pada Selasa (08/09/2026). Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Kantor Desa Tegal Harum mulai pukul 08.00 Wita.
Pelaksanaan pasar murah di wilayah lain diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh LPG 3 kg dengan harga sesuai ketentuan sekaligus mengurangi tekanan akibat keterbatasan pasokan di tingkat pengecer. []
Redaksi01
