IHSG Dibuka Merah, Sektor Keuangan Anjlok 1,07 Persen

JAKARTA – Tekanan pada saham sektor keuangan menjadi salah satu penahan utama laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Selasa (15/09/2026). Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG turun 10,22 poin atau 0,19 persen ke level 6.521,98, sementara saham perbankan besar mendominasi jajaran pelemah indeks LQ45.

Sektor keuangan mencatat penurunan terdalam dibandingkan sektor lainnya dengan koreksi 1,07 persen. Pelemahan juga terjadi pada sektor barang baku sebesar 0,63 persen dan sektor transportasi sebesar 0,46 persen.

Di kelompok saham unggulan, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 1,81 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang turun 1,80 persen dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang melemah 1,76 persen.

Tekanan dari saham-saham perbankan tersebut berlangsung ketika pergerakan IHSG secara keseluruhan masih didominasi saham yang menguat. Pada awal perdagangan, sebanyak 263 saham naik, sedangkan 124 saham turun dan 256 saham lainnya bergerak stagnan.

Dari sisi sektoral, hanya dua indeks yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor barang konsumen non-siklikal naik 0,08 persen, sedangkan sektor barang konsumen siklikal menguat 0,05 persen.

Di tengah tekanan terhadap IHSG, sejumlah saham dalam indeks 45 saham dengan likuiditas tinggi (LQ45) justru mencatat penguatan. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi pencetak kenaikan terbesar sebesar 1,51 persen, disusul PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sebesar 1,13 persen dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sebesar 0,94 persen.

Aktivitas transaksi pada awal perdagangan juga cukup tinggi. Total volume perdagangan saham mencapai 1,50 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,02 triliun.

Dengan kondisi tersebut, arah IHSG pada awal sesi perdagangan memperlihatkan adanya tekanan yang terkonsentrasi pada sejumlah sektor, terutama keuangan. Pergerakan saham perbankan besar menjadi perhatian karena penurunannya turut membebani indeks di tengah masih adanya saham-saham yang mampu bergerak positif, sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa, (15/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *