Tiga Destinasi Wisata Potensial di Kongbeng Didorong untuk Dikembangkan
Camat Kongbeng Petrus Ivung menilai Banyu Langit, Sungai Mejang, dan Seleq Segum memiliki potensi untuk dikembangkan melalui penguatan pengelolaan dan fasilitas guna meningkatkan daya tarik wisata serta membuka peluang ekonomi masyarakat.
ADVERTORIAL – Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), memiliki tiga destinasi wisata potensial yang dinilai perlu mendapat perhatian dalam pengembangan sektor pariwisata daerah. Ketiga destinasi tersebut meliputi wisata buatan Banyu Langit di Desa Sukamaju serta wisata alam Sungai Mejang dan Seleq Segum yang berpeluang menjadi daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Camat Kongbeng, Petrus Ivung, mengatakan potensi pariwisata di wilayahnya cukup beragam, mulai dari objek wisata buatan hingga kawasan wisata alam. Menurutnya, pengembangan destinasi tersebut perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan pengelolaan masing-masing lokasi.
“Satu pariwisata buatan, itu di Banyu Langit, itu di Desa Sukamaju. Terus, duanya wisata alam. Yang pertama itu Sungai Mejang. Yang keduanya itu adalah Seleq Segum,” ujar Petrus Ivung saat ditemui di Kantor Bupati Kutim, Senin (12/10/2026).
Petrus menjelaskan, salah satu destinasi yang memerlukan perhatian adalah Seleq Segum. Objek wisata alam tersebut telah memiliki pengelola, tetapi masih membutuhkan pembenahan sistem manajemen agar pengelolaannya dapat berjalan lebih optimal.
Menurutnya, keberadaan pengelola menjadi modal awal dalam pengembangan destinasi. Namun, peningkatan kualitas pengelolaan tetap diperlukan untuk mendukung keberlanjutan kegiatan pariwisata dan meningkatkan daya tarik bagi pengunjung.
“Nah, kalau Seleq Segum ini sudah ada pengelolaan yang ada orang yang mengelolanya. Hanya mungkin perlu kita rubah terkait dengan manajemennya. Kalau untuk berapa sih atau ada enggak pemerintah untuk mendukung yang di situ? Itu sudah ada. Ya, untuk pariwisata yang di Seleq Segum sendiri. Itu sudah ada,” jelasnya.
Selain Seleq Segum, Petrus juga menyoroti potensi Sungai Mejang sebagai destinasi wisata alam yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Kawasan tersebut mengandalkan daya tarik lingkungan alami yang dapat menjadi salah satu keunggulan pariwisata Kongbeng.
Pengembangan Sungai Mejang dinilai perlu mendapat perhatian agar potensi alam yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Pembenahan fasilitas dan aksesibilitas juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan wisatawan apabila pengembangan destinasi tersebut direalisasikan.
“Kecuali kalau yang di Sungai Mejang, yang betul-betul alam, kalau itu dikembangkan itu cukup luar biasa,” pungkas Petrus Ivung.
Sementara itu, Banyu Langit di Desa Sukamaju menjadi destinasi wisata buatan yang turut melengkapi pilihan rekreasi di Kecamatan Kongbeng. Keberadaan objek wisata tersebut menunjukkan bahwa potensi pariwisata wilayah ini tidak hanya bertumpu pada kekayaan alam, tetapi juga mencakup kawasan rekreasi yang dikembangkan untuk kebutuhan pengunjung.
Ketiga destinasi tersebut berpeluang menjadi bagian dari pengembangan pariwisata lokal apabila didukung pengelolaan yang baik, peningkatan fasilitas, serta promosi yang berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat juga menjadi aspek penting agar pengembangan objek wisata dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Melalui penguatan pengelolaan Banyu Langit, Sungai Mejang, dan Seleq Segum, sektor pariwisata Kongbeng diharapkan semakin berkembang serta mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan ke wilayah Kutim. []
Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum
