Konferda PA GMNI Kaltim, Basuki Tekankan Kualitas Generasi Muda

0
6240296381549580492

Dispora Kutim mendorong PA GMNI Kaltim berperan meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan literasi digital generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan teknologi.

ADVERTORIAL – Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan menjadi tantangan bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan serta kemampuan beradaptasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mendorong Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil peran dalam menyiapkan generasi muda agar mampu menghadapi perubahan teknologi sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga Kutim, Basuki Isnawan, saat mewakili Bupati Kutim dalam pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) PA GMNI Kaltim di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Jumat (16/10/2026).

Basuki menilai penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), terutama generasi muda, menjadi kebutuhan penting di tengah pesatnya transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memahami perkembangan teknologi, tetapi juga harus memiliki keterampilan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi agar dapat memanfaatkan berbagai peluang yang muncul.

“Generasi muda harus dibekali keterampilan, kreativitas dan kemampuan beradaptasi agar mampu menjadi pelaku pembangunan bukan sekedar penonton,” terangnya.

Basuki berharap organisasi alumni mahasiswa, termasuk PA GMNI Kaltim, dapat menjadi mitra dalam meningkatkan kualitas generasi muda melalui penguatan literasi digital dan pengembangan gagasan inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam pengembangan kapasitas pemuda merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“Saya berharap keluarga besar PA GMNI ini terus mengambil peran dalam meningkatkan kapasitas generasi muda, memperkuat literasi digital serta mendorong lahirnya gagasan yang inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Selain membahas kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi, Basuki juga mengingatkan pentingnya menerjemahkan nilai-nilai kebangsaan dan pemikiran Soekarno menjadi langkah nyata dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, ajaran Marhaenisme tidak seharusnya berhenti sebagai simbol ideologi, melainkan perlu diwujudkan melalui upaya memperkuat kemandirian ekonomi, mengurangi ketimpangan, dan memperjuangkan keadilan sosial.

“Saya tekankan, alumni GMNI menterjemahkan pemikiran Bung Karno menjadi kerja nyata. Marhaenisme bukan sekedar warisan ideologi, melainkan komitmen untuk memperjuangkan keadilan sosial, memperkuat kemandirian ekonomi dan memastikan pembangunan benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat,” ujar Basuki.

Konferda PA GMNI Kaltim yang mengangkat tema “Bersatu dalam Ideologi, Bergerak dalam Pengabdian” tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus wadah pertukaran gagasan mengenai peran alumni dalam pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan partai politik, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta jajaran pengurus PA GMNI dari berbagai daerah di Kaltim.

Melalui forum tersebut, Pemkab Kutim berharap PA GMNI Kaltim dapat memperkuat kontribusinya dalam pengembangan SDM, khususnya melalui peningkatan keterampilan dan literasi digital yang mendukung kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.

Dengan penguatan kapasitas pemuda dan keterlibatan berbagai organisasi, pembangunan daerah diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan generasi yang inovatif, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. []

Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *