Pemkab Kutim Perkuat Kompetensi Tenaga Medis Lewat Simposium Kesehatan

0
6265058534458331598

Simposium Sangatta Neuroscience Update mempertemukan tenaga medis, akademisi, dan organisasi profesi untuk meningkatkan kompetensi penanganan stroke serta gangguan saraf di Kutim.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mendorong peningkatan kompetensi tenaga medis melalui simposium kesehatan Sangatta Neuroscience Update yang mempertemukan dokter spesialis, akademisi, dan organisasi profesi kesehatan di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana penguatan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani stroke dan gangguan saraf yang membutuhkan pelayanan medis khusus.

Simposium yang diselenggarakan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim itu juga diarahkan untuk memperkuat kerja sama antarfasilitas kesehatan, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan penyakit saraf di daerah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, keterlibatan para pakar kesehatan memberikan kesempatan bagi tenaga medis setempat untuk memperluas pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran.

Dalam kegiatan tersebut, Ardiansyah mengapresiasi kehadiran Asra bersama jajaran kolegium medis yang berbagi pengalaman dan keahlian kepada tenaga kesehatan di Kutim.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan perlu berjalan beriringan dengan pengembangan fasilitas dan sarana penunjang rumah sakit agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Ardiansyah juga menyampaikan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga telah memiliki kesiapan untuk memberikan pelayanan penanganan stroke dan gangguan saraf.

“Dalam kesempatan ini juga saya menyampaikan kepada masyarakat bahwa Rumah Sakit Kudungga kita telah siap untuk penanganan masalah stroke dan lain-lain,” ujar Ardiansyah saat membuka simposium tersebut.

Kesiapan rumah sakit tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialistik, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan penyakit saraf.

Simposium ini turut dihadiri Asisten Deputi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Wilayah VIII Herman, perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Samarinda dan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), serta Kepala Dinkes Kutim.

Hadir pula Direktur RSUD Kudungga, Direktur RSUD Sangkulirang, Direktur RSUD Muara Bengkal, perwakilan rumah sakit swasta, dan jajaran manajemen perusahaan yang beroperasi di Kutim.

Selain itu, kegiatan tersebut melibatkan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kutim, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), kepala pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), akademisi, dokter spesialis, perawat, dan pemerhati kesehatan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi pelayanan kesehatan, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan kemampuan tenaga medis dalam menghadapi kebutuhan masyarakat.

Ardiansyah menekankan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas dan kemampuan teknis. Menurutnya, tenaga medis juga perlu mempertahankan kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan dalam menjalankan profesinya.

“Mari kita berikan yang terbaik kepada masyarakat kita, keluarga kita, dan tetangga kita. Akhirnya mari kita berikan yang terbaik untuk kemanusiaan, jasa inilah yang akan hidup selamanya,” pungkasnya.

Melalui simposium tersebut, Pemkab Kutim berharap kolaborasi antara tenaga medis, organisasi profesi, akademisi, dan fasilitas kesehatan semakin kuat sehingga peningkatan kompetensi dapat memberikan dampak nyata terhadap mutu pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam penanganan stroke dan gangguan saraf. []

Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *