HUT ke-8 PT MGRM, Bupati Kukar Dorong Peningkatan PAD

0
IMG-20261026-WA0070

Kegiatan Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) di Kantor Graha PT MGRM, Tenggarong, Senin (26/10/2026).

Memasuki usia kedelapan, PT MGRM menargetkan setoran PAD Rp24 miliar pada 2026 melalui pengelolaan PI 10 persen Blok Mahakam dan pengembangan bisnis migas untuk mendukung kemandirian ekonomi Kukar.

ADVERTORIAL – PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) menargetkan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp24 miliar pada 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperbesar kontribusi terhadap keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui pengelolaan hak partisipasi (Participating Interest/PI) 10 persen Blok Mahakam dan pengembangan usaha di sektor minyak dan gas bumi (migas).

Target tersebut disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT MGRM Efri Novianto dalam syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 perusahaan yang dihadiri Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Kantor Graha PT MGRM, Tenggarong, Senin (26/10/2026).

Efri menjelaskan, perusahaan mulai menerima arus kas dari pengelolaan PI 10 persen Blok Mahakam pada 22 Januari 2025. Sejak saat itu, pendapatan dari hak partisipasi tersebut menunjukkan perkembangan positif meskipun sektor hulu migas menghadapi berbagai tantangan operasional.

“Sejak 22 Januari 2025, PT Mahakam Gerbang Raja Migas telah menerima arus kas dari PI sebesar 10 persen di Blok Mahakam. Alhamdulillah, sejak 2025 hingga hari ini, tren pendapatan tersebut terus menunjukkan perkembangan positif,” katanya.

Menurut Efri, kondisi produksi migas yang cenderung menurun serta tingginya biaya operasional menjadi tantangan dalam mempertahankan hasil pengelolaan PI. Kondisi tersebut turut memengaruhi pendapatan yang diperoleh perusahaan dari Blok Mahakam.

“Tren positif terus kita pertahankan, meskipun dalam beberapa waktu terakhir terdapat kecenderungan penurunan pada sektor hulu migas di Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya di Blok Mahakam. Hal ini disebabkan oleh kondisi sumber daya yang semakin menurun, sementara biaya operasional cukup tinggi. Kondisi tersebut turut memengaruhi hasil bagi hasil PI di Blok Mahakam,” jelas Efri.

Meski menghadapi tantangan tersebut, PT MGRM berupaya menjaga kinerja perusahaan sekaligus memperluas sumber pendapatan agar tidak hanya bergantung pada pengelolaan PI.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengembangkan kegiatan usaha di luar PI, terutama perdagangan gas (gas trading), perdagangan minyak dan gas bumi, serta penyediaan kebutuhan operasional perusahaan di berbagai wilayah.

“Selain itu, perlu kami sampaikan kepada seluruh pihak yang hadir dalam forum komunikasi ini bahwa kami juga terus mengembangkan bisnis di luar PI. Bisnis utama kami bergerak di sektor minyak dan gas bumi. Ada beberapa bidang usaha yang kami jalankan, di antaranya perdagangan gas atau gas trading serta perdagangan minyak dan gas bumi. Kami menyuplai kebutuhan sejumlah perusahaan di berbagai wilayah,” paparnya.

Selain perdagangan migas, perusahaan juga menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak melalui kegiatan sebagai penyedia barang dan jasa (vendor) serta kontraktor. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat kegiatan usaha dan membuka peluang pendapatan baru.

“Berbagai kegiatan bisnis tersebut akan terus kami kembangkan untuk mendukung peningkatan PAD Kabupaten Kukar. Kami ingin meningkatkan nilai tambah dari PI 10 persen sehingga kontribusi perusahaan tidak hanya berasal dari hasil PI, tetapi juga dari pengembangan bisnis dan kegiatan usaha lainnya,” ujarnya.

Efri mengakui, upaya memperluas kegiatan usaha masih menghadapi sejumlah tantangan. Karena itu, dukungan pemerintah daerah, pemegang saham, dan pemangku kepentingan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan perusahaan.

Ia menyebutkan, akumulasi setoran PAD perusahaan sejak 2019 mencapai sekitar Rp2,7 miliar. Sementara itu, target setoran pada 2026 diproyeksikan jauh lebih besar dibandingkan akumulasi kontribusi tersebut.

“Total PAD yang telah kami setorkan sejak 2019 mencapai kurang lebih Rp2,7 miliar. Insyaallah, pada tahun ini kami menargetkan setoran sekitar Rp24 miliar. Dengan demikian, kami berharap kontribusi MGRM terhadap PAD akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengapresiasi perkembangan PT MGRM sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diharapkan mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Pemerintah Daerah (Pemda) mengapresiasi kehadiran MGRM sebagai salah satu perusahaan daerah yang ada di Kabupaten Kukar dan telah menunjukkan tren positif terhadap peningkatan PAD kita,” ujarnya.

Aulia menegaskan, penguatan BUMD menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Kukar untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah sekaligus memperbesar sumber pendapatan yang dapat dikelola secara mandiri.

“Saat ini, salah satu hal yang terus kita dorong adalah bagaimana BUMD-BUMD kita dapat menjadi penopang utama pendapatan daerah. Kita berharap BUMD mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pendapatan asli daerah,” tegas Aulia.

Menurutnya, kemandirian ekonomi daerah perlu dibangun melalui pengelolaan potensi usaha yang profesional, produktif, dan berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan daerah terhadap sumber pendanaan eksternal.

“Bapak Presiden selalu menyampaikan bahwa kita harus menjadi negara yang kuat, negara yang mampu berdiri di atas kaki sendiri. Semangat tersebut juga harus kita terapkan di daerah agar kita mampu membangun kemandirian dan tidak terlalu bergantung pada pihak lain,” ungkapnya.

Aulia berharap PT MGRM terus meningkatkan kinerja dan memperluas kegiatan usaha sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kukar.

Dalam kesempatan yang sama, Efri menyampaikan harapannya agar usia ke-8 perusahaan menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan usaha, menghadapi tantangan sektor migas, serta meningkatkan nilai tambah bagi daerah.

“Mudah-mudahan ke depan MGRM semakin berkembang, semakin kuat, dan mampu memberikan sumbangan yang lebih besar bagi pendapatan asli daerah Kabupaten Kukar,” tutup Efri.

Melalui penguatan pengelolaan PI 10 persen Blok Mahakam dan diversifikasi kegiatan usaha, PT MGRM diharapkan mampu merealisasikan target setoran PAD 2026 sekaligus memperkuat peran BUMD dalam mendukung kemandirian fiskal dan pembangunan ekonomi Kukar. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *