Bukan Sekadar Pameran, ROEANG KITA Bidik UMKM Naik Kelas
BANDUNG – Akses pembiayaan dan peningkatan kualitas produk menjadi dua aspek yang didorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia menembus pasar internasional. Upaya tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan ROEANG KITA, UMKM Festival dan Trade Expo pada 6–8 November 2026 di Summarecon Mall Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan yang dibuka Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Luky Alfirman pada Jumat (06/11/2026) itu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, komunitas kreatif, dan generasi muda. Selain menjadi ruang promosi produk, agenda tersebut juga menghadirkan pelatihan serta pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.
Luky mengatakan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya berorientasi pada pertambahan jumlah usaha. Pemerintah ingin memastikan pelaku usaha mampu memperbaiki mutu produk, memperluas jaringan pemasaran, dan memperoleh akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.
“Ini bukan sekadar menambah jumlah UMKM, tetapi kita ingin UMKM kita itu naik kelas. Perbaikan kualitasnya, memperluas jaringannya, bagaimana mengakses pembiayaannya, dan seterusnya. Jadi, tadi bukan hanya sekadar pamerannya saja, tapi kita selenggarakan juga pelatihannya, pendampingannya. Kita benar-benar ingin membantu UMKM itu bisa lebih baik lagi,” ujar Luky, dalam keterangan tertulisnya.
Sebagaimana diberitakan Kementerian Keuangan, Jumat (06/11/2026), dukungan pemerintah juga mencakup sejumlah instrumen fiskal dan pembiayaan. Dari sisi perpajakan, fasilitas diberikan dengan mempertimbangkan skala serta kemampuan pelaku usaha.
Untuk memperluas akses modal, pemerintah menyediakan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dengan bunga terjangkau. Selain itu, terdapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memperoleh subsidi bunga guna membantu pelaku usaha mendapatkan pembiayaan.
Dukungan lain disalurkan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Lembaga tersebut berperan membantu UMKM memperluas jangkauan usaha dan membuka peluang memasuki pasar ekspor.
Meski berbagai fasilitas telah tersedia, Luky menekankan pentingnya pelaksanaan kebijakan secara efektif. Dukungan pemerintah, menurut dia, harus diwujudkan melalui program yang benar-benar dapat diakses dan memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha.
Karena itu, pengembangan UMKM memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku industri, hingga mitra usaha. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun lingkungan bisnis yang memungkinkan UMKM berkembang secara berkelanjutan.
“Kita ingin UMKM itu tidak tumbuh sendirian, tapi tumbuh bersama suatu ekosistem usaha yang saling mendukung. Dan lagi, kita ingin bukan sekadar jargon-jargon, kita ingin benar-benar bagaimana implementasi, bagaimana eksekusinya, sehingga manfaat itu benar-benar dirasakan oleh UMKM,” tegasnya.
Melalui ROEANG KITA, Kemenkeu berharap hubungan antara pelaku usaha, penyedia pembiayaan, investor, dan mitra industri semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan kemampuan usaha, serta memperbesar peluang produk UMKM bersaing dengan produk dari negara lain.
Luky juga mengajak masyarakat berkontribusi terhadap penguatan usaha lokal dengan membeli dan mempromosikan produk dalam negeri. Dukungan konsumen domestik diharapkan menjadi salah satu fondasi bagi UMKM untuk tumbuh sebelum memperluas jangkauan ke pasar internasional. []
Redaksi01
