Mahasiswa Cirebon Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun Bernilai Ekonomi

0
Mahasiswa Cirebon Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun Bernilai Ekonomi

CIREBON – Inovasi mahasiswa dalam mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun mulai membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular di Kota Cirebon. Produk bernama Jelantara yang dikembangkan jenama Jelvora menjadi salah satu contoh karya mahasiswa yang telah memasuki pasar melalui lokapasar setelah mengikuti kompetisi kewirausahaan yang difasilitasi Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).

Jelvora merupakan pemenang ASTA One Minute Startup Challenge 2026, kompetisi yang diikuti 10 tim mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Cirebon dan sekitarnya. Melalui produk sabun berbahan minyak jelantah tersebut, mahasiswa menunjukkan bahwa limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Produk Jelantara saat ini telah mulai dipasarkan melalui lokapasar. Pengembangnya berencana memperkuat identitas merek sebelum mengurus perlindungan kekayaan intelektual sebagai bagian dari pengembangan usaha.

Ketua Pusat Inkubator Bisnis dan Wirausaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Rita Kusuma Dewi, mengapresiasi kompetisi tersebut karena memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguji kemampuan berwirausaha melalui praktik langsung.

“Program seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya membutuhkan pendampingan dalam memulai usaha, tetapi juga ruang untuk menunjukkan bahwa kreativitas mereka dihargai dan memiliki wadah untuk berkembang. Mahasiswa sekarang membutuhkan pelatihan yang disertai praktik. Mereka perlu mendapatkan tantangan untuk menghasilkan sesuatu secara langsung,” kata Rita, sebagaimana diwartakan Antara, Sabtu (07/11/2026).

Menurut Rita, mahasiswa binaan kampus telah memperoleh pendampingan dan bantuan modal usaha selama dua tahun melalui pusat inkubator bisnis. Ia berharap kompetisi serupa dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun agar semakin banyak mahasiswa terdorong membangun usaha dan menghasilkan produk kreatif.

Pengembangan wirausaha mahasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif dari daerah. Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan penguatan sektor ini perlu dimulai dengan meningkatkan kemampuan pelaku usaha, inovasi produk, serta kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas.

“Kegiatan hari ini memberikan contoh yang baik, bagaimana kolaborasi itu terjadi. Selain pemerintah pusat dan daerah, kampus dan komunitas kreatif pun aktif bersinergi. Mari kita dorong karya kreativitas Kota Cirebon menjadi kekuatan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (07/11/2026).

Kolaborasi tersebut juga diwujudkan melalui Program IDE.IND yang memfasilitasi pengembangan wirausahawan daerah agar mampu memperluas akses pasar dan kemitraan bisnis. Salah satu kegiatannya berupa pameran produk yang melibatkan 12 jenama lokal dari delapan subsektor ekonomi kreatif.

Produk yang diperkenalkan mencakup subsektor gim, aplikasi, konten digital, teknologi baru, jasa teknologi informasi dan komunikasi, kuliner, fesyen, serta kriya. Beragam inovasi yang ditampilkan antara lain gim digital, permainan papan lokal, platform novel digital, simulator excavator, perangkat lunak berbasis Software as a Service (SaaS), produk kuliner, batik, dan kerajinan logam.

Program tersebut mengusung semangat Local Hero to National, National Champion to Global, yakni mendorong jenama daerah berkembang menjadi pelaku usaha yang mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional.

Melalui pendampingan, kompetisi, dan perluasan jejaring bisnis, Kemenekraf berharap semakin banyak pelaku usaha kreatif daerah yang mampu mengembangkan produk secara berkelanjutan. Pengalaman Jelvora menunjukkan bahwa dukungan terhadap kreativitas mahasiswa dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi tumbuhnya usaha baru yang berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menawarkan solusi pemanfaatan limbah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *