Bank Mandiri Kuasai 35% Pasar Pembiayaan Hijau Nasional

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menegaskan strategi ekspansi bisnis berkelanjutan dengan mengandalkan dominasi pembiayaan hijau dan sosial yang hingga Maret 2026 telah mencapai Rp320 triliun, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pasar karbon dan produk ramah lingkungan.

Capaian tersebut terdiri atas pembiayaan hijau sebesar Rp167 triliun dan pembiayaan sosial Rp153 triliun, dengan pertumbuhan tahunan 8,8 persen. Angka ini menempatkan Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau nasional dengan pangsa lebih dari 35 persen dibandingkan bank besar lainnya.

Wakil Direktur Utama (Wadirut) Bank Mandiri Henry Panjaitan menyatakan, pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan diproyeksikan tetap stabil meski di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Kami optimistis pembiayaan berkelanjutan akan terus tumbuh pada kisaran 7 sampai 9 persen secara tahunan, sejalan dengan target pertumbuhan kredit bank only. Di tengah dinamika kondisi makroekonomi domestik dan global, kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi pembiayaan. Dengan demikian, kami terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset,” ujarnya sebagaimana dilansir Kabarbursa, Selasa (28/04/2026).

Bank Mandiri mencatat sekitar 77 persen dari total pembiayaan berkelanjutan mengalir ke sektor prioritas nasional, seperti ketahanan energi, energi terbarukan, efisiensi energi, produk ramah lingkungan, serta perumahan inklusif melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Selain penyaluran kredit, perseroan juga memperkuat pendanaan berkelanjutan melalui penerbitan green bond tahap kedua dan sustainability bond tahap pertama dengan total nilai Rp10 triliun sepanjang 2025. Dana tersebut digunakan untuk mendukung proyek berbasis environmental, social and governance (ESG).

Dalam upaya memperluas partisipasi publik, Bank Mandiri menghadirkan fitur Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) pada platform Livin’ Planet di aplikasi Livin’ by Mandiri. Melalui fitur ini, nasabah dapat menghitung jejak karbon, melakukan carbon offset, hingga membeli sertifikat emisi secara langsung.

Sertifikat tersebut saat ini berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei berkapasitas 2,4 Megawatt (MW) di Sumatera Utara, yang mampu menurunkan emisi hingga 265 ribu ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e), setara emisi sekitar 30 ribu kendaraan berbahan bakar bensin.

Langkah ini sekaligus membuka akses pasar karbon yang sebelumnya didominasi segmen korporasi menjadi lebih inklusif bagi masyarakat luas.

Di sisi lain, perusahaan juga mendorong perubahan perilaku melalui produk dan program berkelanjutan, seperti pembiayaan kendaraan listrik, kartu debit berbahan recycled polyvinyl chloride (PVC), serta uang elektronik edisi khusus Hari Bumi.

Pada level internal, Bank Mandiri menggelar program penanaman pohon berbasis digital pada 11–19 April 2026 yang melibatkan lebih dari 500 pegawai dengan kontribusi lebih dari 800 pohon bakau merah di Tangerang, Banten.

Upaya tersebut turut berdampak pada penurunan emisi operasional hingga 32 persen dibandingkan baseline 2019, melalui optimalisasi gedung hijau, penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, serta pemanfaatan panel surya.

Ke depan, Bank Mandiri menargetkan percepatan transformasi menuju ekonomi hijau melalui inovasi produk, penguatan kolaborasi, dan ekspansi pembiayaan berkelanjutan yang lebih luas. []

Penulis: Harun Rasyid | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *