Investasi Emas Melonjak, Flexi Gold Bank Mega Syariah Tumbuh 756%
JAKARTA – Lonjakan minat masyarakat terhadap investasi emas mendorong Bank Mega Syariah memperluas akses pembiayaan logam mulia melalui produk berbasis syariah, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang meningkatkan kebutuhan aset lindung nilai.
Berdasarkan survei Populix pada Januari 2026, emas menempati posisi teratas sebagai instrumen investasi paling dipercaya dengan tingkat kepercayaan mencapai 80 persen. Angka ini jauh melampaui instrumen lain seperti uang tunai (7 persen), properti (6 persen), saham (3 persen), obligasi (2 persen), serta kripto dan valuta asing masing-masing 1 persen.
Head Digital Business & Product Management Division Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary menilai dominasi emas tidak terlepas dari kemampuannya menjaga stabilitas nilai di tengah tekanan inflasi dan gejolak pasar keuangan global.
“Melalui Flexi Gold, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki emas secara bertahap. Dengan cicilan yang ringan dan terjangkau, nasabah dapat membangun portofolio investasi jangka panjang secara disiplin sekaligus memanfaatkan momentum penguatan harga emas,” ujar Benadicto, sebagaimana dilansir Sindonews, Selasa (28/04/2026).
Produk Flexi Gold yang ditawarkan mengusung skema pembiayaan fleksibel, memungkinkan nasabah memiliki emas 24 karat secara bertahap dengan tenor 1 hingga 5 tahun dan pilihan berat mulai 5 hingga 100 gram. Skema ini dirancang sesuai prinsip syariah dan telah mengacu pada fatwa Majelis Ulama Indonesia terkait akad rahn dan murabahah.
Kinerja pembiayaan produk tersebut juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Maret 2026, penyaluran Flexi Gold meningkat lebih dari 756 persen dibandingkan Desember 2025. Tingginya minat tercermin dari dominasi wilayah Jakarta dengan kontribusi 41,79 persen, diikuti Tangerang 14,08 persen dan Palembang 7,15 persen, sementara kota besar lain turut menyumbang hampir 37 persen dari total portofolio.
Bank Mega Syariah memandang tren ini sebagai sinyal meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi aset, khususnya melalui instrumen yang relatif stabil. Ke depan, perusahaan optimistis permintaan investasi emas akan terus tumbuh seiring dinamika ekonomi global dan kebutuhan perlindungan nilai kekayaan jangka panjang. []
Penulis: Syifa Nur Layla | Penyunting: Redaksi01
