Belanja IWIP ke UMKM Tembus Rp1,1 Triliun, Peluang Usaha Lokal Makin Terbuka
TERNATE – Peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Maluku Utara (Malut) untuk masuk ke rantai pasok industri masih terbuka lebar. PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) mencatat realisasi belanja kepada UMKM mencapai Rp1,1 triliun pada Kuartal II 2026, dengan 77,6 persen belanja perusahaan dilakukan di Malut.
Potensi tersebut menjadi salah satu peluang yang terus didorong melalui penguatan kemitraan antara pelaku UMKM, pemerintah, kawasan industri, dan perusahaan yang beroperasi di Malut. Berbagai kebutuhan industri, mulai dari penyediaan bahan makanan, pakaian kerja, kebutuhan operasional, logistik, hingga transportasi, dapat menjadi ruang bagi pengusaha lokal untuk memperluas pasar.
Upaya mempertemukan kebutuhan industri dengan kapasitas pengusaha daerah dilakukan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama IWIP melalui kegiatan Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional dalam Rangka Penanaman Modal di Ternate, Selasa (01/09/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan 160 pelaku UMKM dengan IWIP dan sejumlah perusahaan penyewa kawasan industri atau tenant. Forum itu membahas peluang kemitraan, akses pembiayaan, serta kesempatan bagi pengusaha lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri.
Rangkaian kegiatan meliputi diskusi atau talkshow bertema “Penguatan Ekosistem Kemitraan dan Pembiayaan Inklusif bagi UMKM”, dua sesi pencocokan bisnis atau business matching, serta pemberian penghargaan kepada lima UMKM mitra IWIP.
Dalam sesi business matching, IWIP dan sejumlah tenant memaparkan kebutuhan pekerjaan serta pengadaan barang dan jasa. Kebutuhan tersebut dijelaskan melalui ruang lingkup pekerjaan atau Scope of Work (SoW) dan daftar kuantitas pekerjaan atau Bill of Quantities (BoQ), sehingga pelaku usaha dapat mengetahui standar dan kebutuhan yang diperlukan untuk menjalin kerja sama dengan industri.
Wakil Gubernur (Wagub) Malut Sarbin Sehe mengatakan pemerintah daerah terus membuka ruang bagi investasi yang bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui peningkatan peran pengusaha lokal.
“Pemerintah membutuhkan mitra untuk berkolaborasi memenuhi kebutuhan daerah dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Kami ingin investasi yang berkembang di Maluku Utara juga membuka makin banyak kesempatan bagi pengusaha lokal,” ujar Sarbin, sebagaimana diberitakan Jpnn, Selasa, (01/09/2026).
Penguatan keterlibatan pelaku usaha lokal dinilai semakin penting seiring pertumbuhan investasi di Malut. Pada Triwulan II 2026, realisasi investasi di provinsi tersebut mencapai Rp40,2 triliun dan menempatkan Malut sebagai lokasi investasi terbesar ketiga di Indonesia.
Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Bidang Percepatan Hilirisasi dan Peningkatan Pengusaha Nasional Noor Sona Maesana Mushonnif mengatakan perkembangan hilirisasi perlu berjalan seiring dengan penguatan pengusaha nasional dan pelaku usaha di daerah.
Sementara itu, General Manager (GM) External Relations IWIP Yudhi Santoso mengatakan perusahaan ingin memperbesar keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok industri. Namun, peluang tersebut perlu diikuti dengan kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan dan standar industri.
“IWIP ingin makin banyak UMKM lokal yang siap masuk dan bertahan dalam rantai pasok industri. Kami membuka ruang komunikasi dan kerja sama, sekaligus mendorong pelaku usaha untuk memperkuat legalitas, konsistensi kualitas, harga yang kompetitif, ketepatan waktu, dan pelayanan,” ujar Yudhi.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap mitra yang telah berkembang bersama perusahaan, IWIP memberikan penghargaan kepada lima pelaku usaha, yakni PT Bangun Bumi Mahera, CV Sritimas Agro Silvae, CV Satu Tiga Berjaya, CV Semarak, dan CV Abadi Jaya.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, dan sektor perbankan diharapkan tidak hanya membuka peluang transaksi bagi UMKM, tetapi juga memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan kapasitas usaha. Dengan semakin banyak pelaku UMKM yang mampu memenuhi standar industri, perputaran ekonomi dari investasi dan kegiatan hilirisasi di Malut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan pengusaha lokal secara berkelanjutan. []
Redaksi01
