Bengkulu Tengah Dibidik Jadi Kawasan Baru Perumahan Subsidi

BENGKULU TENGAH – Keterbatasan lahan untuk pembangunan perumahan di Kota Bengkulu mendorong pengembang melirik Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai kawasan penyangga baru untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat. Potensi lahan yang masih tersedia dinilai membuka peluang pengembangan rumah layak dan terjangkau, termasuk melalui skema rumah subsidi.

Peluang tersebut dibahas dalam pertemuan Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto bersama Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Provinsi Bengkulu yang dipimpin Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HIMPERRA Bengkulu Edward Setiawan di Ruang Tamu Bupati, Senin (21/09/2026).

Edward mengatakan kedatangan HIMPERRA tidak hanya untuk mempererat hubungan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah, tetapi juga menjajaki peluang pengembangan kawasan perumahan di wilayah tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat terhadap penyediaan hunian, khususnya rumah subsidi, dapat menjadi momentum untuk memperluas pembangunan perumahan ke daerah sekitar Kota Bengkulu.

“Kami berharap nantinya SKB tiga menteri dapat diterapkan di wilayah Bengkulu Tengah dan diakomodasi oleh pemerintah daerah,” ungkap Edward.

SKB merupakan singkatan dari Surat Keputusan Bersama. Dalam pembahasan tersebut, penerapan kebijakan itu di Bengkulu Tengah diharapkan dapat memberikan kepastian dukungan bagi pengembangan sektor perumahan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengembang.

Edward menilai persoalan ketersediaan lahan di Kota Bengkulu menjadi salah satu pertimbangan utama pengembang dalam mencari lokasi baru. Posisi Bengkulu Tengah yang berada di sekitar wilayah perkotaan membuat daerah tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai kawasan penyangga hunian.

Ketersediaan lahan yang masih relatif luas juga menjadi salah satu faktor pendukung. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi pengembang untuk mengembangkan perumahan yang menyasar masyarakat yang membutuhkan hunian dengan harga terjangkau.

Di sisi lain, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menyambut peluang tersebut karena sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Bengkulu Tengah.

Kebijakan tersebut dinilai dapat menciptakan kebutuhan hunian baru bagi ASN yang berdomisili di Bengkulu Tengah. Karena itu, pengembangan perumahan tidak hanya dipandang dari sisi penyediaan tempat tinggal, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan hunian.

“Ke depan, tentu akan kita bentuk kerja sama agar pengembangan perumahan di Bengkulu Tengah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati.

Sebagaimana diberitakan MC Benteng, Senin (21/09/2026), sinergi Pemkab Bengkulu Tengah dan HIMPERRA diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus menciptakan peluang usaha baru. Pengembangan kawasan perumahan juga diharapkan memberi dampak lanjutan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di Bengkulu Tengah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *