Beras 2 Ton Ludes, Warga Tuatunu Serbu Gerakan Pangan Murah
PANGKALPINANG – Tingginya kebutuhan bahan pokok menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad mendorong warga Tuatunu, Pangkalpinang, memadati Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Masjid Raya Tuatunu, Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, stok beras sebanyak 2 ton habis terjual dalam waktu singkat.
Antrean panjang terlihat selama pelaksanaan GPM. Selain beras, sejumlah komoditas lain yang dijual dengan harga lebih terjangkau juga diminati masyarakat. Gula dan berbagai kebutuhan pokok lainnya disebut hampir seluruhnya habis karena tingginya permintaan warga.
Wakil Wali Kota (Wawali) Pangkalpinang Dessy Ayutrisna mengatakan kegiatan tersebut memang diarahkan untuk membantu masyarakat Tuatunu memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.
“Ini gerakan pasar murah, khusus masyarakat Tuatunu. Tadi kebanyakan dagangan sudah habis. Beras dua ton juga habis, gula mau habis dan yang lain laris manis,” kata Dessy, sebagaimana diberitakan RRI, Kamis, (20/08/2026).
Menurut Dessy, pelaksanaan GPM menjelang Maulid Nabi dinilai tepat karena kebutuhan masyarakat cenderung meningkat pada momentum tersebut. Kehadiran pasar murah di tengah permintaan yang meningkat diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa terlalu membebani pengeluaran.
GPM tersebut secara khusus menyasar warga Tuatunu. Penyelenggara menyediakan sejumlah bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga yang harus dibayarkan masyarakat dalam kondisi pasar umum.
Tingginya minat warga terlihat dari cepatnya sejumlah komoditas terserap. Beras menjadi salah satu komoditas yang paling banyak dicari hingga persediaan yang disiapkan sebanyak 2 ton tidak lagi tersisa.
Warga Tuatunu, Yuni, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pasar murah memberikan manfaat bagi masyarakat, terlebih pelaksanaannya bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan menjelang perayaan Maulid Nabi.
“Alhamdulillah, kami menyambut baik adanya kegiatan ini. Apalagi sebentar lagi ada perayaan Maulid Nabi, jadi kebutuhan masyarakat juga meningkat,” ujarnya.
Yuni berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan pada momentum tertentu, tetapi dapat kembali digelar di kawasan permukiman ketika harga dan kebutuhan bahan pokok mengalami peningkatan.
Tingginya penyerapan komoditas dalam GPM Tuatunu menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses pangan dengan harga terjangkau masih besar. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi salah satu upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama menjelang momentum keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi. []
Redaksi01
